Rabu, 1 April 2026

Singapura Libur Panjang, Batam Kecipratan Wisman

Berita Terkait

Calon penumpang memadati pintu keberangkatan Pelabuhan Internasional Batamcenter, Senin (1/5), Penumpang yang berasal dari Singapura dan Malayasia ini akan pulang usai menikmati liburan di Batam. (Cecep Mulyana/Batam Pos)

batampos.co.id – Pelabuhan Ferry Internasional Batam, arus balik libur panjang para turis asal Singapura dan Malaysia tampak sesak menunggu antrean masuk ke dalam kapal, saat lLibur panjang yang berakhir pada Senin (1/5/2017) .
Tak ayal pihak pelabuhan terpaksa melakukan sejumlah manajemen demi mengatur kelancaran arus penumpang melewati pintu pemeriksaan. Bahkan petugas jaga pun diperbanyak untuk mengantisipasi kejadian yang tak diiinginkan.

Pantauan Batam Pos, ratusan penumpang yang hendak meninggalkan Batam menuju Singapura dan Malaysia tampak antre. Mereka berbaris dan menunggu giliran masuk karena ruang tunggu keberangkatan penuh.

Supervisor Pelabuhan Internasional Batamcenter, Frans Siagian mengatakan, peningkatan jumlah penumpang terjadi pada arus keberangkatan. Ruang tunggu keberangkatan sudah dipadati penumpang yang merupakan warga negara asing (WNA) sejak Senin pagi.

“Kalau arus balik ke Batam memang meningkat dibanding hari biasa. Namun arus balik ke Singapura dan Malaysia jauh lebih meningkat sejak pagi tadi (kemarin, red),” ujar Frans.

Menurut dia, agar tidak terjadi desak-desakan di ruang tunggu, pihaknya menutup beberapa jalur menuju ruang keberangkatan. Bahkan sebelum masuk ruang keberangkatan, para penumpang harus melewati beberapa kali antrean.

Antrean pertama di bawah tangga eskalator, kemudian di atas tangga eskalator dan selanjutnya konter pegecapan paspor menuju ruang tunggu. “Beberapa jalur kami tutup agar tak ada desak-desakan. Jadi semua penumpang wajib antre sebelum masuk ruang keberangkatan. Bahkan untuk jalur yang dari Megamal saja kami tutup,” terang Frans.

Frans memerkirakan jumlah penumpang meningkat beberapa kali lipat dibanding akhir pekan biasa. Hal itu disebab banyaknya WNA, terutama dari Singapura dan Malaysia. “Untuk data tak bisa saya sebutkan, yang pasti jauh meningkat. Rata-rata mereka datang dari Singapura dan Malaysia,” sebut Frans.

Adhar, petugas keamanan Pelabuhan menambahkan, untuk penjagaan dan keamanan hampir seluruh petugas disiagakan. “Dimaksimalkan, ada 36 petugas keamanan. Kalau hari biasa hanya 14 orang. Namun kini dimaksimalkan dari yang shift pagi hingga malam,” beber Adhar. (she/iil/JPG)

Update