Rabu, 15 April 2026

Peraih Nilai UN SMK Tertinggi di Kepri Ini Terancam Tak Bisa Kuliah Karena Biaya

Berita Terkait

Tario Rino Saragih, pelajar SMKN I Batam peraih nilai UN tertinggi se-SMK di Kepri tahun 2017. Foto: Tario untuk Batam Pos

batampos.co.id – Tario Rino Saragih, siswa jurusan Otomasi Industri SMKN I Batam yang mendapat predikat sebagai juara umum hasil ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMK se-Kepri tahun ini, memang dikenal siswa berprestasi. Selama belajar di SMKN I Batam ia langganan juara umum di sekolah setiap ujian semester. Dia bahkan pernah mengharumkan nama bangsa dengan membawa pulang medali perak pada Festival Akademik yang digelar di Thailand dan Cina pada 2016.

Saat dihubungi Batam Pos sore kemarin, Tario cukup terkejut. Dia sempat tak percaya dengan informasi yang disampaikan bahwa namanya keluar sebagai juara umum se-Kepri tahun ini. ”Ah yang benar mas. Masa iya, banyak kok yang lebih pintar dari saya,” ujarnya, merendah.

Beberapa saat setelah dia memastikan informasi tersebut, Tario akhirnya percaya dan berulang kali mengucap syukur. ”Iya mas benaran saya juara. Syukurlah kalu gitu,” ujarnya dengan semangat.

Meskipun sempat kaget, Tario mengaku cukup yakin bahwa dia akan lulus dalam ujian yang baru dilewatnya itu. ”Karena waktu ujian kemarin, hanya dua mata pelajaran yang membuat saya ragu yakni bahasa Indonesia dan Kejuruan. Kalau Matematika dan Bahasa Inggris saya cukup yakin akan lulus dengan nilai yang baik,” ujarnya.

Keyakinannya itu berbuah hasil sebab nilai yang dapat cukup memuaskan. Menurut Humas SMKN I Batam Junaidi nilai yang diperoleh Tario cukup tinggi yakni 377,3. Bahkan tertinggi dari nilai SMA/MA di Kepri.

Tario membenarkan kalau ia kerap mewakili sekolah dan negara ke berbagai ajang lomba. Baik skala nasional maupun internasional. ”Pernah kirim ke Cina dan Thailand, juga pernah ikut olimpiade fisika tingkat kota tahun 2016 dan keluar sebagai juara dua,” ujarnya.
Tidak itu saja, dia juga pernah dikirim sebahai peserta LKS mewakili Kepri tingkat nasional di Malang tahun 2016 lalu.

”Kalau di sekolah saya memang sering juara umum hampir setiap semester. Semua itu saya capai atas didikan guru-guru saya. Kalau bukan karena mereka saya takan seperti ini,” ujarnya.

Meskipun menyandang sebagai juara umum se Kepri, Tario belum merasa tenang. Sebab impiannya untuk melanjutkan kuliah belum bisa dipastikan. ”Saya dari keluarga tak mampu. Pengen kuliah tapi belum tahu dimana karena masih cari beasiswa,” ujarnya. (she/ska/eja/rng)

Update