batampos.co.id – Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi Kepri, Amir Husin mengatakan untuk mencari dokumen Sultan Mahmud Riayat Syah III pihaknya sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp300 juta.
Dijelaskannya, anggaran tersebut bukan semata untuk perjalanan, tetapi juga untuk keperluan mencari dokumen-dokumen yang dibutuhkan.
“Ada beberapa naskah yang ingin kita lengkapi. Mudah-mudahan, apabila ini lengkap perjuangan kita tuntas untuk menjadikan Sultan Mahmud Riayat Syah III sebagai pahlawan nasional ke III dari Kepri,” ujar Amir Husin, Selasa (2/5) di Tanjungpinang.
Ditanya apakah dirinya ikut melakukan kunjungan ke negara kincir angin tersebut. Menurut Amir, karena kondisi kesehatan belum stabil dirinya tidak ikut ke Belanda.
Adapun mereka yang berangkat dari BPAD Kepri adalah Kepala Bidang Arsip, Osnardi bersama satu pejabat lainnya. Selain itu ada juga satu petugas dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Di luar itu tentu akan membawa serta sejumlah anggota komisi terkait yang ada di DPRD Kepri.
“Kita tidak ingin kerja berulang, tentunya keberangkatan kali ini
diharapkan lengkap apa yang kita butuhkan,” paparnya.
Menurutnya ada delapan naskah yang ingin dilengkapi. Kesemuanya adalah menyangkut tentang Sultan Mahmud Riayat Syah III. Karena itu merupakan naskah-naskah kuno tentu perlu orang-orang ahli dari ANRI untuk memastikan keabsahannya. Disebutkannya pada 2015 lalu selama lima hari tidak cukup untuk mendapatkan semua naskah tersebut.
“Karena satu persatu naskah yang harus kita kuliti. Hasil yang kita bawa adalah foto-foto dari naskah tersebut,” kata dia.
Ditegaskannya, semua naskah yang diambil adalah penting. Karena perjuangan Kepri sudah beberapa kali kandas untuk menjadikan Sultan Mahmud Riayat Syah III sebagai pahlawan nasional dari Kepri. Masih kata Amir, semakin cepat dilengkapi akan tentu lebih baik.
“Karena tahun 2017 ini, akan kita ajukan kembali Sultan Mahmud Riayat Syah III sebagai pahlawan nasional dari Provinsi Kepri,” tegas Amir Husin.
Ditambahkannya, saat ini sedang dalam proses pengurusan VISA. Apabila izin sudah keluar, maka akan langsung berangkat menuju Belanda.
“Rencananya pertengahan bulan ini sudah berangkat ke Belanda,” tutup Amir.
Terpisah, Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak membenarkan adanya rencana keberangkatan sejumlah Anggota Komisi IV yang ada di DPRD Kepri. Ditanya berapa jumlah pastinya, Politisi PDI Perjuangan tersebut mengaku tidak tahu. Meskipun demikian, keberangkatan ini adalah merupakan tugas penting untuk kepentingan daerah. Yakni melengkapi dokumen Sultan Mahmud
Riayat Syah III.
“Kita harus melihat sisi postifnya. Untuk mendapatkan sesuatu yang penting tentu harus sedikit berkorban. Dan ini juga untuk kepentingan daerah,” ujar Jumaga, kemarin di Kantor DPRD Kepri, Tanjungpinang.
Menurut Legislator Dapil Batam tersebut, untuk satu kali kunjungan ke luar negeri jumlah anggota DPRD yang bisa adalah maksimal 5 orang. Keberangakatan itu juga harus mendapatkan izin dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).
“Tentu kita berharap, kesempatan yang ada dimaksimalkan untuk
mendapatkan yang dicari. Jangan sampai anggaran yang ada menjadi sia-sia. Karena tidak dapat dokumennya,” tutup pria yang duduk sebagai Bendahara PDI Perjuangan Provinsi Kepri itu.(jpg)
