batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Karimun akhirnya mencairkan Alokasi Dana Desa (ADD) yang sejak empat bulan terakhir menyebabkan kepala desa bersama dengan perangkat desa belum menerima gaji dan tunjangan yang besarnya mencapai Rp 3 miliar lebih.
”Dari 42 desa yang ada seluruhnya di kabupaten kita, 38 desa sudah dicairkan ADD-nya yang bersumber dari APBD tahun ini. Jumlah yang dicairkan untuk setiap desa bervariasi. Tapi, rata-rata sekitar Rp 100 juta. Sedangkan, untuk empat desa lagi masih menunggu prosdes pencairan,” ujar Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Karimun, Abdullah, Rabu (3/5).
Memang, kata Abdullah, butuh waktu untuk mencairkan dana yang berasal dari APBD. Artinya, tidak bisa sekaligus untuk diproses. Melainkan bertahap. Untuk itu, empat desa yang belum menerima ADD diharapkan dapat bersabar. Sebab, pihaknya telah melakukan verifikasi. Dan, tinggal menunggu roposes pencairan dari bank ke rekening desa.
Menyinggung tentang penerimaan dana desa (DD) yang berasal dari APBN, Abdullah menyebutkan, sesuai dengan permintaan dari pusat yang telah disampaikan kepada pemerintah kabupaten, maka pihak kabupaten telah melengkapi laporan pertanggungjawaban (LPj) tentang penggunaan DD pada tahun lalu.
”Salah satu syarat untuk pencairan DD dari APBN adalah LPj tahun lalu. Ityu (LPj, red) sudha kita lengkapi semua dan dikirimkan ke pusat. Saat ini, tinggal menunggu surat pencairan dari Kementerian Keuangan saja,” jelas Abdullah. (san)
