
batampos.co.id – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang, Robby Patria mengatakan hari pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang sudah ditetapkan. Yakni pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang.
“KPU Pusat sudah menetapkan Pilkada serentak 2018 mendatang adalah pada 27 Juni. Sedangkan untuk tahapan, kita masih menunggu petunjuk pusat,” ujar Robby, Kamis (4/5) di Tanjungpinang.
Menurut Robby, untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada Pilkada nanti, pekan depan KPU Tanjungpinang melaksanakan pendidikan pemilih. Bukan hanya memberikan pemahaman kepada masing-masing Partai Politik (Parpol), pihaknya juga akan melibatkan Organisasi Kepemudaan dan Osis dari setiap sekolah menengah atas sederajat yang ada di Tanjungpinang sebagai calon pemilih pemula.
“Secara tidak langsung memang, sasaran kita adalah pemilih pemula. Tentu harus diawali dengan pendidikan bagi pemilih,” papar Robby.
Pria yang mengawali karir sebagai jurnalis tersebut menyebutkan, revisi Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang bergelut di wilayah tahapan Pilkada. Sedangkan untuk substansi pencalonan kemungkinan besar tidak ada yang berubah. Atas dasar itu, pihaknya punya keyakinan tahapan Pilkda Tanjungpinang sudah berjalan pada Agustus mendatang.
“Yakni diawali dengan pemutakhiran data pemilih yang akan diserahkan Kemendagri. Sedangkan untuk pendaftaran calon bisa jadi bulan Januari 2018,” paparnya lagi.
Dijelaskannya, proses pendaftaran calon dilakukan enam bulan sebelum hari pemilihan. Disinggung mengenai persentase untuk mendapatkan tiket sebagai kandidat pada Pilwako nanti.
Mengenai hal itu, Robby mengatakan apabila perhitungannya tetap 20 persen dari jumlah kursi di DPRD Tanjungpinang, satu kandidat harus mendapatkan dukungan enam kursi.
“Jika mengacu pada persentase tersebut, bisa ada tiga koalisi. Karena PDI Perjuangan sudah tidak perlu koalisi lagi. Golkar cukup berkoaliasi dengan satu partai, begitu juga dengan Hanura. Karena sama-sama empat kursi,” jelas Robby.
Ditambahkannya, diluar itu ada tiga partai yang mendapatkan tiga kursi. Yakni Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Sementara yang meraih dua kursi ada Partai Persatuan Pembangunan (PPP), PKPI, dan Partai Amanat Nasional (PAN).
“Artinya kalau PDI Perjuangan membangunan koaliasi dengan satu partai. Bisa jadi ada tida kandidat yang bakal bersaing pada Pilwako nanti,” tutup pria kelahiran Pulau Tembelan tersebut.(jpg)
