Selasa, 12 Mei 2026

Prosesi Lilin Majelis Buddhayana Kepri

Berita Terkait

 

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi lilin menyambut Hari Waisak di Pusdiklat Buddha Amithaba Tanjungpinang, Rabu (3/5) malam. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Menuju kehidupan yang lebih baik jadi idaman setiap manusia. Diperlukan damai dan harmoni untuk menyikapi segala tingkatan lini kehidupan. Perayaan Tri Waisak menjadi titik-tolak mengajak seluruh umat Buddha agar lebih memahami empat kondisi alamiah.

“Ada kelahiran, penuaan, sakit, dan kematian. Spirit ini yang menjadi landasan bagi latihan rohani untuk mentransformasi mental dengan damai dan harmoni,” kata Hendra Lim, Pandhita Majelis Buddhayana Indonesia (MDI) Provinsi Kepri.

Rabu (3/5) kemarin, di Pusdiklat Buddha Amitabha Tanjungpinang, digelar Puja Bakti Waisak Bersama dan Prosesi Lilin (Chuan Deng). Penuh khidmat prosesi perayaan itu berlangsung. Tak kurang, ada 300 pemeluk agama Buddha yang berkumpul dan merapal puja dan doa untuk kehidupan yang lebih baik.

Semua berbaur baik laki-laki, perempuan, tua dan muda berjalan mengitari ruangan ibadah sambil membawa lilin. Ritual tersebut bermakna sebagai penerangan bagi seluruh umat manusia di muka bumi menyambut lahirnya sang Sidharta Buddha Gautama.

Hendra menjelaskan, lilin adalah simbol dari sebuah kebaikan. Suatu hal kecil yang mampu memberikan manfaat kepada banyak orang. Spirit memberi manfaat kepada alam dan manusia lain ini yang diserap dalam perayaan kemarin.

“Walaupun membakar diri, lilin memberikan terang kepada banyak orang,” terang Hendra Lim. (aya)

Update