Selasa, 10 Maret 2026

Golkar Bangun Komunikasi dengan Tiga Parpol

Berita Terkait

Ade Angga. F.Yusnadi/batampos

batampos.co.id – Partai Golkar Tanjungpinang sudah menyatakan hasrat untuk merebut posisi Walikota Tanjungpinang di 2018 mendatang. Menatap Pilwako tersebut, DPD Golkar Tanjungpinang sudah membangunan komunikasi politik dengan tiga partai politik (Parpol) yang memiliki kursi di DPRD Tanjungpinang.

“Keinginan Golkar adalah untuk maju sebagai nomor satu (calon walikota,red). Meskipun demikian, keputusannya satu atau dua tergantung dari hasil survei,” ujar Ketua DPD Golkar Tanjungpinang, Ade Angga menjawab pertanyaan Batam Pos, Jumat (5/5) di Tanjungpinang.

Pemuda yang duduk sebagai Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang itu menyebutkan, ketiga Parpol yang sudah dijalin komunikasi politik adalah Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI). Diungkapkannya, ada kesepakatan yang positif. Yakni menilai pembangunan Tanjungpinang saat ini, harusnya bisa lebih cepat. Kedua punya keinginan untuk menciptakan lapangan pekerjaan.

“Faktor-faktor ini harus diperbaiki. Kedepan kami juga akan menjajaki pertemuan dengan Partai Gerindra, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Amanat Nasional (PAN). Tidak terkecuali PDI Perjuangan,” papar Angga.

Pria yang dikader melalui Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut mengakui, koalisi PDIP dan Golkar sulit terwujud. Karena kandidat petahana, Lis Darmansyah sedari awal sudah menegaskan ingin maju kembali bersama pasangannya. Sementara Golkar juga awal-awal sudah menetapkan akan menempatkan kader terbaiknya di Pilwako nanti.

“Namun tidak ada salahnya, karena politik itu dinamis. Artinya semua kemungkinan masih bisa terjadi,” jelas Mantan Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Kepri tersebut.

Ditanya apakah benar adanya rencana konvensi parpol-parpol di luar PDI Perjuangan untuk mencari kandidat hebat dalam melawan calon petahana?. Menjawab pertanyaan tersebut, Angga mengatakan belum ada kabar terkait hal itu. Menurutnya lagi, kalau tujuannya untuk menghalangi calon tertentu dirinya tidak setuju dengan konvensi tersebut.

“Karena yang akan berkompetisi di Pilwako nanti tentu adalah putra atau putri terbaik Tanjungpinang. Tetapi, kalau konvensi didasarkan pada kesamaan visi untuk merubah Tanjungpinang ke arah yang lebih baik, konvensi sah-sah saja dilakukan,” tutup Angga.(jpg)

Update