Kamis, 2 April 2026

Pelajar SMKN Kundur Utara Terbaik di Lomba TTG

Berita Terkait

Bambang Subowo dan Ody Afriansyah pemenang TTG dengan karyanya alat penganyam atap daun. F. Tri Haryono/batampos.

batampos.co.id – Lomba inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) ke-IV tingkat Kabupaten Karimun ditutup, Kamis (4/5) lalu. Kegiatan yang dihelat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, dan diikuti 20 tim ini, akhirnya menorehkan prestasi juara bagi tim SMKN Kundur Utara.

Berkat inovasi menciptakan rancangan teknologi berupa alat penganyam atap daun, Bambang Subowo, dan Ody Afriansyah dari SMKN Kundur Utara berhasil menyisihkan peserta lainnya. Sedangkan juara II diraih Kecamatan Tebing yang menciptakan mesin peracik multiguna, dan juara III SMAN I Karimun, yang menciptakan Inkubator pemercepat pemasakan buah.

”Ide pembuatan alat ini (penganyam atap daun, red), terinspirasi dari saudara Ody yang ingin membantu tetangganya sebagai pengrajin anyaman atap daun. Dan saya membimbing dia untuk berinovasi memodifikasi agar mempermudah menganyam atap daun lebih banyak,” kata Bambang, Kamis (5/5).

Apabila dilakukan secara manual oleh pengrajin anyaman atap hanya dapat 15 lembar dalam satu hari. Namum, kalau sudah menggunakan alat tersebut, dapat menghasilkan produksi anyaman daun 50 lembar hingga 80 lembar dalam sehari. Sehingga, sangat membantu para pengrajin anyaman dikampung untuk meningkatkan produksinya.

”Alat ini bisa dibikin dengan besi ataupun kayu. Tergantung kebutuhannya pengrajin itu sendiri tinggal kita merakitnya,” timpal Ody.

Untuk itu, dirinya akan ikut lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna di tingkat Provinsi Kepri nanti. Mudah-mudahan bisa lanjut di tingkat nasional. Keoptimisan ini dikarenakan, alat tersebut sangat berguna bagi pengrajin anyaman yang tersebar di seluruh Indonesia. Artinya, alat ini dapat di pergunakan diberbagai daerah dan sangat mudah dirakit dengan bahan baku yang gampang didapat.

”Insya Allah, bisa dimanfaatkan bagi para pengrajin anyaman. Dan penggunaannya cukup mudah dan cepat, yang hasilnya tidak kalah dengan sistem manual,” ungkapnya.

Sedangkan, Kepala DPMD Karimun Suwedi mengatakan, hasil karya anak-anak Karimun dalam lomba TTG ini nantinya akan ditawarkan kepada perusahaan untuk dapat di produksi secara masal. Sebab, hasil karyanya cukup bagus-bagus dan paling penting bahan baku pembuatannya mudah didapat.

”Kita carikan perusahaan atau pihak ketiga untuk jadi bapak angkat. Agar hasil karya TTG dapat dimanfaatkan bagi masyarakat luas,” tegasnya. (tri)

Update