Jumat, 10 April 2026

Pemko Batam akan Tertibkan Kabel Bergelantungan

Berita Terkait

Kabel jaringan distribusi listrik ,kabel telepon dan televisi jaringan yang dipasang ke tempat warga di Perumahan Legenda Batamcenter, Selasa (9/5). Semrautnya kabel yang terpasang merusak estetika kota sehingga kurang nyaman dilihat dan cukup membahayakan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kabel semrawut bakal ditertibkan. Ke depan, sistem jaringan kabel akan ditanam. Rencana ini masuk dalam rencana penataan struktur tata ruang.

“Kami memang arahkan jaringan kabel disatukan dalam tanah. Artinya tertanam,” kata Kepala Dinas Cipta Karya Kota Batam Suhar, Selasa (9/5/2017).

Tidak hanya warga yang mengeluhkan kabel semrawut karena kerap membahayakan. Bahkan, menurut Suhar pemerintah sendiri tidak nyaman dengan keadaan tersebut.

“Akan kami atur. Ini (kabel semrawut) tidak bagus juga,” ucapnya.

Namun demikian, penataan tersebut  menunggu pengesahan Rencana Tata Ruang dan Rencana Wilayah yang kini tengah dibahas. Menurutnya, penataan jaringan kabel sejalan dengan penataan tata ruang kota, untuk sementara kini Cipta Karya menata jaringan utama.

“Dalam tata ruang ada dua, satu pola ruang untuk peruntukan dan satu lagi struktur ruang. Yang sambungan jaringan komunikasi, listrik dan lain-lain itu masuk struktur ruang,” papar dia.

Sementara itu, di Perumahan Griya Piayu Asri Seibeduk kabel seperti kabel listrik hingga kabel Televisi Kabel melintang tidak teratur. Warga setempat, David merasa kabel tersebut dapat membahayakan warga.

Wilayah padat penduduk Batuaji dan Sagulung pun tak luput dari “serbuan” kabel. Aneka kabel ada.

“Biasanya kabel-kabel itu nebeng di tiang listrik. Satu tiang listrik bisa ada puluhan kabel jadi kelihatan mengganggu,” ujar Nasril Koto, warga kavling Saguba.

Tidak saja merusak pemandang, keberadaan kabel-kabel jaringan yang tak beratur tersebut juga menghambat pembangunan rumah warga. Pemasangan kabel yang melewati atap rumah dengan jarak yang cukup pendek kadang menyusahkan pemilik rumah untuk merenovasi ataupun membangun bagian atas rumahnya.

“Jarang dari tanah ada yang hanya dua meter, itu lewat persis diatas kavling saya. Saya mau bangun jadi terhalang. Mau ngadu ke siapa saya harus ngadu,” ujar Marulam, warga lainnya di Dapur 12, Sagulung.

Saking banyaknya kabel yang bergentayangan diatas rumah, Marulam mengaku tidak bisa membedakan mana kabel listrik PLN, mana kabel TV kabel ataupun kabel telepon.(eja/cr13)

Update