batampos.co.id – Permintaan kebutuhan sembako menjelang Ramadan masih normal. Hal ini terlihat di Pasar Baru Selasa (9/5) kemarin, para pedagang mengaku intensitas belanja masyarakat masih dalam taraf biasa saja.
“Belum tinggi sekali. Masih rata-rata. Biasanya baru ramai H-7 Ramadan,” kata Ade, pedagang sembako di Pasar Baru Tanjungpinang.
Sudah menjadi rutinitasnya, sambung Ade, tingginya permintaan selalu terjadi ketika sudah mendekati Ramadan. Semasa itu pula juga biasanya terjadi peningkatan sejumlah komoditas. Mulai dari bawang merah, bawang putih, dan cabai.
Sementara kemarin, tercatat baru cabai merah saja yang mengalami kenaikan harga. Kemarin, tiap satu kilogram cabai merah dihargai Rp 45 ribu per kilogramnya. “Biasanya Rp 40 ribu, baru tiga hari ini naik,” kata Ade.
Sementara itu, bawang putih juga sudah mulai susah didapatkan. Mengenai kondisi ini, Ade menyatakan, lantaran pengiriman dari luar daerah memang terjadi kenaikan harga. Sehingga pedagang semacam dirinya di Pasar Baru Tanjungpinang belum berani mengambil pasokan cukup tinggi, lantaran dikhawatirkan akan busuk.
“Jadi bawang putih saya ini tinggal dikit saja. Kalau ambil banyak dan tidak habis, nanti takut busuk. Sekarang harganya cukup tinggi, sampai Rp 55 ribu per kilonya,” ujarnya.
Sementara itu, soal ketersediaan beras masih tercukupi hingga lebaran nanti. Kepala Bulog Tanjungpinang, Omar Syarif menyebutkan, stok di gudang bulog hari ini masih tersedia 3.500 ton beras. Jumlah yang dipasok dari awal tahun ini, dipastikan memenuhi kebutuhan masyarakat Tanjungpinang hingga Oktober mendatang.
“Dengan rincian 3 ribu ton untuk beras murah dan 500 ton untuk beras premium. Kalau kurang tentu akan dipasok lagi,” tegasnya.
Itu dihitung berdasarkan dengan ketentuan pemerintah bahwasanya setiap satu kepala keluarga yang terdaftar sebagai penerima program beras rakyat sejahtera (rasta) adalah 15 kilogram untuk satu bulan.
“Ada pun kalau beras komersial harganya sekitar Rp 9.200 sampai Rp 9.500,” ujar Omar. Ia berharap menjelang Ramadan hingga lebaran nanti masyarakat Tanjungpinang tidak perlu risau dengan ketersediaan beras yang masih melimpah ini. (aya)
