batampos.co.id – Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Teguh Prayitno mengeluarkan tiga kebijakan, untuk meminimalisir antrian paspor yang tiap hari selalu membludak.
Dari data didapat Batam Pos, dalam satu harinya Kantor Imigrasi Batam dalam seharinya menerbitkan 150 paspor. Sedangkan untuk permohonan paspor, dalam seharinya Imigrasi Batam melayani sekitar 300 paspor. Dan itupun pengambilan nomor antrian dibatasi mulai 07.30 hingga pukul 10.00 saja.
“Tingginya permintaan pembuatan paspor ini, saya meminta kepada petugas imigrasi untuk pulang lebih lama. Biasanya PNS pulang pukul 16.00, tapi petugas imigrasi pulang pukul 20.00,” kata Teguh Prayitno, Kamis (11/5).
Lebih lamanya jam kerja petugas imigrasi ini, juga seiring dengan bukanya pelayanan penerbitan paspor hingga malam. Teguh mengatakan bila tidak dilakukan hal ini, maka tak akan bisa menangani permintaan penerbitan paspor yang membludak tiap harinya.
“Hal ini adalah bukti komitmen kami dalam melayani masyarakat, bahwa kami disini bekerja sudah sangat maksimal dalam melayani masyarakat namun tetap saja ada keluhan dari masyarakat terutama masalah antrian,” ujarnya
Teguh mengatakan antrian sebetulnya adalah hal yang normal, bisa di lihat diluar negeri. Untuk mengatasi masalah antrian ini juga, ia merencanakan dalam waktu dekat, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam akan membuka Unit Layanan Paspor (ULP) yang khusus melayani permohonan Paspor RI saja.
“Tidak ada pelayanan lain. Kami terus berinovasi, sebab penyelesaian tidak dapat dilakukan secara instant karena perlu perencanaan yang matang serta anggaran,” tuturnya
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Status Keimigrasian, Feddy, mengatakan saat ini ULP sedang dalam proses pembangunan dan kesisteman. Ia menuturkan bila tidak ada halangan, tidak lebih dari 2 bulan dapat segera diresmikan untuk melayani masyarakat Batam.
Feddy optimis dengan adanya ULP ini sudah pasti akan memecah antrian, karena pemohon dapat memilih untuk mengajukan permohonan Paspor RI di Kantor Imigrasi atau di ULP.
Inovasi lain yang sedang direncanakan yaitu Layanan Antrian Paspor Online dengan aplikasi berbasis android dan Layanan Antrian Paspor via Aplikasi Whatsapp.
Kedua inovasi tersebut saat ini baru diuji coba di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan dan di Batam.
“Inovasi ini sedang dalam proses pengerjaan, yang pasti akan ada upaya penyelesaian,” tuturnya. (Ska)
