
batampos.co.id – Mengatasi kondisi Perusahaan Daerah (Perusda) Natuna yang belum
sehat hingga saat ini masih membutuhkan langkah kongkrit. Apalagi saat ini kondisi keuangan hampir kolaps.
Wakil Bupati Natuna Yuni Supapti mengatakan, Pemerintah Daerah menargetkan akhir bulan Mei ini sudah ditunjuk Direktur Utama Perusda yang defenitif. Agar dapat membuat trobosan baru menyehatkan kembali kondisi Perusda yang sudah kolaps.
Saat ini Direktur Utama Perusda masih ditunjuk pejabat sementara, untuk menginventarisir aset-aset Perusda. Bahkan Inspektorat merekomendasikan penjualan aset untuk menambah modal usaha Perusda.
Ditegaskan Ngesti, Dirut Perusda defenitif nantinya. Diberikan waktu enam bulan pertama untuk membeberikan solusi menyehatkan Perusda. Jika dalam waktu enam bulan tidak terdapat perubahan, maka jabatannya akan dievalasi.
“Akhir bulan Mei ini dipastikan sudah ditunjuk Dirut Perusda defenitif. Enam bulan pertama tidak ada perubahan, maka akan diganti,” ujar Ngesti dalam rapat bersama Komisi III DPRD, Kamis (12/5).
Menurut Ngesti, persoalan Perusda saat ini adalah hanya memiliki satu usaha yang dikelola. Yakni pasar. Tidak ditopang dengan usaha lain. Sehingga persoalan Perusda perlu saling dikomunikasikan bersama DPRD ke depannya.
“Omset Perusda hari ini hanya bersumber dari sewa pedagang pasar. Salah satu solusinya adalah penjualan aset Perusda untuk menambah modal Tapi harus disiapkan menejemen yang sehat,” ujar Ngesti.
Seperti diketahui, dalam rapat tersebut. Salah satu penyebab kolapsnya keuangan Perusda adalah tidak sehatnya sistem manajemen, yang menimbulkan laporan keuangan yang tidak seimbang dari pendapatan dan pengeluaran perusahaan.
Sementara pelaksana Dirut Perusda Natuna Ilham Kauli mengatakan, dengan kondisi keuangan Perusda yang sedang kolaps. Sudah diupayakan untuk memulai dari awal. Namun dengan manajemen yang sehat. Sementara saat ini, banyak hal yang menjadi faktor, yakni sumber daya manusia.
“Kalau sekarang, dengan model SDM dan manajemennya. Seorang profesor pun tak kan mampu jalankan Perusda. Berbagai perencanaan sudah disiapkan untuk memulai lembaran baru Perusda, namun tidak bisa direalisasikan kareaa manajemennya. Dan memenag Perusda saat ini belum bisa menggaji karyawan,” ujar Ilham.
Sementara Ketua DPRD Natuna Yusripandi mengatakan, agar Pemerintah Daerah menentukan pilihan terkait Perusda ke depannya, agar tidak menjadi beben daerah. Sehingga diperlukan solusi jitu untuk menyehatkan Perusda, atau Perusda dibubarkan.
“Penjuala aset salah satu solusi untuk menyehatkan kembali Perusda,”
ujar Yusripandi.(arn)
