batampos.co.id – Walikota Batam Muhammad Rudi tantang pemangku kebijakan termasuk DPRD Batam sama-sama berkomitmen menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pembangunan Batam.
“Saya minta ke kita semua, siapa saja, harus komit bahwa APBD itu diperuntukkan untuk kepentingan rakyat dan demi pembangunan Batam, jabarkan sendiri saja,” kata Rudi, Minggu (14/5) pagi.
Hal ini disampaikan mantan polisi tersebut seiring puluhan catatan masih lemahnya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada lingkungan Pemko Batam. Catatan ini disampaikan saat sidang paripurna tentang Laporan Pertanggungjawaban (LKPj) walikota batam tahun 2016 yang digelar di DPRD Batam, Jumat (12/5).
Menurut Rudi, sebagai lembaga yang punya fungsi kepengawasan tidak ada salahnya DPRD Batam menilai kinerja OPD Pemko Batam masih lemah, sepanjang kritikan tersebut membangun dan punya dasar.
“(DPRD) menilai sah-sah saja. Pemko, kalau tidak betul kami betulkan, yang tidak pas kami pas-kan,” ujarnya.
Namun yang perlu diperhatikan juga, sebut Rudi, yakni penyesuaian anggaran untuk pelaksanaan program OPD.
“Anggaran berapa, belanja berapa. Kita minta kita komitlah, APBD itu untuk kepentingan rakyat dan memabngun Batam,” kata Rudi kembali.
Dengan demikian, dia yakin kinerja OPD Pemko Batam seiring waktu akan semakin lebih baik.
“Sepakat tidak itu, kalau sepakat saya yakin tak akan ada yang lemah lagi, OPD saya pasti akan sempurna,” ujar pria yang juga pernah menjabat wakil walikota Batam ini.
Diberitakan sebelumnya, DPRD Kota Batam melalui pansus LKPj dan dibacakan anggota pansus Jefri Simanjuntak memberikan puluhan catatan strategis terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Walikota Batam tahun anggaran 2016. Salah satunya, DPRD menilai kinerja OPD Pemko Batam masih lemah dan jauh dari harapan. Banyaknya keluhan yang diterima DPRD saat reses atau rapat dengar pendapat umum membuktikan kinerja fisik OPD belum mengena dan tepat sasaran. (cr13)
