
batampos.co.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq, Senin (15/5) menggelar rapat bersama Forum Pimpinan Kepala Daerah (FPKD) di rumah dinas Bupati Karimun. Pertemuan dihadiri Kepala Bulog Tanjungbalai Karimun dan 20 distributor. Mereka membahas persediaan kebutuhan bahan pokok (Sembako) menjelang Ramdan.
Dalam rapat diketahui Karimun mengalami kekurangan sekitar 2000 ton beras. Usai rapat bupati langsung melakukan pengecekan ke distributor sembako.
“Hasil rapat dan pengecekan di lapangan kita mengalami kekurangan sekitar 2000 ton beras dari kebutuhan 3000 ton per bulannya. Saat ini stok beras hanya 1000 ton yang tersedia. Artinya, disaat bulan suci Ramadan kita kekurangan pasokan beras,” jelasnya.
Menyikapi persoalan ini, pihaknya berusaha mendatangkan beras ke Karimun melalui distributor yang ada. Caranya mereka diminta segera melakukan pemesanan beras dari pulau Jawa maupun Sumatera.
“Distributor cukup banyak bisa dibagi-bagilah untuk pasokan beras,” ucapnya.
“Pihaknya juga meminta Bulog Karimun untuk berkoordinasi dengan Bulog Batam selaku yang membawahi sebagai langkah antisipasi distribusi dari Jawa dan Jakarta terlambat masuk ke Karimun. Sehingga, harga beras tidak melambung dan pasokan cukup nantinya. Maklum, saja disaat bulan suci Ramadan kebutuhan beras meningkat.
”Kita sudah minta kepada Bulog Karimun agar beras premium dapat diperjual belikan sebagai antisipasi kelangkaan beras,” terang Rafiq.
Kekhawatiran yang paling besar terhadap pasokan beras di pulau-pulau di Karimun. Seperti Durai, Selat Mi dan Buluh Patah, Kecamatan Moro. Untuk mengantisipasi, pihaknya bersama Polres serta Lanal Karimun siap membantu jika terkendala masalah transportasi. Ia juga segera mengintruksikan Asisten II Sekda Karimun bidang Perekonomian dan Pembangunan, Sensissiana untuk berkirim surat ke Bulog Batam guna membantu stok beras Bulog Karimun.
Ditanya sangsi terhadap distributor sembako yang melakukan penimbunan. Dirinya secara tegas mengatakan, apabila kedapatan distributor sembako bermain tidak segan-segan akan mencabut izin usaha dan langsung dilakukan proses hukum yang berlaku.
”Saya tegaskan, kalau bermain dengan sembako disaat hari besar baik bulan Ramadan maupun Lebaran nanti. Kita proses ke meja hijau para pelaku distributor nakal,” jawabnya.
Terpisah Kepala Bulog Batam Jamaludin mengungkapkan, saat ini stok beras di gudang Bulog Karimun di Parit Rempak sekitar 400 ton yakni untuk kebutuhan rastra sampai Juli mendatang. Rastra tersebut dijual Rp1600 per kg.
”Dalam waktu dekat sudah kita rencanakan, akan ada pengiriman beras premium 500 ton dari Batam.
Kapolres Karimun AKBP Armaini menyebutkan masalah sembako merupakan salah satu atensi dari Polri untuk mengantisipasi. ”Artinya, jangan sampai terjadi penimbunan sembako, sehingga menyebabkan harganya naik dan pembeli jadi sengsara. Dan, Polri dalam hal ini akan mengambil tindakan hukum terhadap oknum-oknum yang melakukan penimbunan sembako untuk meraup keuntungan,” tegasnya. (tri/san)
