Jumat, 3 April 2026

Jelang Ramadan Harga Sayur Mayur Turun

Berita Terkait

batampos.co.id – Jelang bulan suci Ramadan sejumlah barang kebutuhan sayur mayur dan barang pokok lainnya di Pasar Dabo Singkep masih dalam kondisi stabil. Bahkan ada sejumlah sayur mayur, cabai tergolong turun harga.

“Syukurlah karena barang masuk melalui kapal Roro dari Tanjungjabung lebih murah. Sehingga kami juga dapat menjual lebih murah dari biasanya,” ujar Hj Kartini salah satu pedagang di pasar sayur Dabo Singkep, Minggu (21/5) pagi.

Dia juga menuturkan, sayur mayur yang berasal dari Padang, Sumatera Barat, selain barang lebih segar, harga yang mereka terima juga lebih murah. Sehingga dipasaran pedagang dapat menjual satu kilo cabai merah hanya Rp 40 ribu lebih murah hingga Rp 10 ribu dari harga sebelumnya yakni Rp 50 ribu per kilogram.

Begitu juga dengan harga holtikultura lainnya, walau tidak mengalami penurunan namun harga masih pada posisi seperti biasanya sebelum menyambut bulan Ramadhan. Harga sayur condong turun karena lebih murah dibanding dengan harga sebelumnya.

Tidak hanya harga pada sejumlah barang holtikultura, harga ayam potong juga masih dalam kondisi stabil atau masih pada harga sebelumnya. Setiap satu kilo ayam potong hanya dibandrol sebesar Rp 33 – 35 ribu.

“Bawang merah saat ini dibandrol sekitar Rp 25 – Rp 26 ribu perkilo. Cuma bawang putih saja yang naik sekarang harganya mencapai Rp 40 ribu,” kata pedagang lainnya di pasar yang sama.

Keberlangsungan transportasi kapal roro ternyata membawa dampak pada fluktuasi harga bahan pokok dan sayur mayur di Kabupaten Lingga. Pasalnya, terbukti pedagang pasar lebih menikmati barang yang akan mereka jual langsung diantar ke pasar, sedangkan harga lebih murah dengan kondisi barang masih segar dan baik pula.

Untuk itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga merasa sangat beruntung karena transportasi laut yakni kapal roro Tanjungjabung – Jago memberikan manfaat yang lebih kepada masyarakat. Selain itu juga dapat membuka akses lebar pada gerbang keluar masuk di Kabupaten Bunda Tanah Melayu. (wsa)

Update