Sabtu, 24 Januari 2026

Tarif Logistik Mahal, Hambat Investasi

Berita Terkait

Aktifitas bongkar muat kontainer di Pelabuhan Batu Ampar, Foto: M Noor Kanwa/dok.Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam menganggap bahwa tarif logistik yang tinggi dari Singapura ke Batam sangat menghambat pertumbuhan investasi dan alur ekspor impor di Batam.

“Untuk kapal yang membawa 100 kontainer berukuran 20 feet dari Batam ke Singapura memakan biaya 500 Dolar Singapura. Sedangkan dari Jepang, Korea dan China ke Singapura hanya 250 Dolar Singapura,” kata Deputi V BP Batam, Gusmardi Bustami, Selasa (23/5).

Mengapa tarifnya begitu mahal. Penyebabnya adalah kapasitas pelabuhan Batuampar yang sangat kecil. Gusmardi menuturkan banyak kapal yang datang membawa puluhan ribu kontainer menuju Batam, namun tidak bisa langsung masuk ke Batuampar karena pelabuhannya hanya dapat menampung 100 kontainer, sangat jauh jika dibandingkan dengan kapasitas Pelabuhan Tanjungpriuk yang bisa menampung 8500 kontainer.

Sehingga banyak kapal tersebut berlabuh terlebih dahulu ke Singapura untuk menurukan kontainer yang kemudian dimuati ke kapal-kapal kecil agar bisa ke Pelabuhan Batuampar.

“Jika makin besar kapasitas makin turun biaya, makanya kami datang untuk memperbaiki pelabuhan,” jelasnya.

Tarif logistik mahal juga dibenarkan oleh Ketua Asosiasi Tenaga Ahli Kepabeanan (ATAK) Batam, Sunaryo. Tarif logistik sangat tinggi dan itu disebabkan karena minimnya kapasitas pelabuhan Batuampar.

“Namun disamping itu, tarif yang tinggi juga didorong oleh tarif mahal yang ada di dalam tarif jasa pelabuhan BP Batam. Disini sangat mahal, belum lagi pungutan – pungutan tak jelas,” katanya.

Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono juga mengatakan hal ini menjadi dilema bagi BP Batam. Sama seperti ketika ingin mengetahui apakah ayam atau telur yang ada pertama kali.

“Istilahnya seperti industri dan pelabuhan. Jika industri digedein maka tak bisa juga karena pelabuhannya kecil. Begitu juga sebaliknya,” ungkapnya.

Makanya BP Batam mengambil langkah untuk memprioritaskan pembangunan keduanya yakni industri dan pelabuhan secara bersamaan untuk menjawab tantangan pengembangan investasi di Batam.

Ada juga dugaan lain bahwa tingginya tarif logistik Batam-Singapura merupakan permainan kartel. Hal tersebut bisa dilihat dari aktivitas lalu lintas barang di pelabuhan.

Banyak kapal yang tidak bisa merapat karena kapasitas pelabuhan Batuampar yang kecil. Sehingga untuk memperlancar usahanya, terpaksa mereka menurunkan barang di Singapura dan kemudian menggunakan jasa perusahaan shipping untuk mengantarkan kontainer-kontainernya dengan kapal kecil agar bisa berlabuh di Batuampar. Maka terjadilah monopoli harga karena tidak ada pilihan lain.

Andi mengatakan mereka tidak mengetahui mengenai hal tersebut.”Makanya kami fokus saja mengenai pengembangan pelabuhan biar bisa menampung kontainer dalam jumlah banyak,” tuturnya. (leo)

Update