batampos.co.id – Wakil Walikota Tanjungpinang, Syahrul mengatakan pendistribusian dan ketersediaan bahan pokok sangat menentukan harga setiap komoditi barang di pasaran. Jika kedua tidak stabil dampaknya akan terjadi lonjakan harga.

“Agar stabilitas harga barang tetap terjaga. Maka instansi terkait harus aktif memantau pendistribusian dan ketersediaan barang,” ujar Syahrul ketika dikonfirmaasi, kemarin.

Dikatakan Syahrul, kenaikan harga barang terjadi karena ketersediaan barang yang tidak terpantau serta adanya oknum yang melakukan penimbunan barang. Maka, untuk mengantisipasinya petugas dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) akan turun langsung meninjau pasar tradisional seperti Pasar Baru, Pasar Batu 5, dan Bintan Center.

Untuk hasil peninjauan saat ini, lanjut Syahrul harga barang masih relatif stabil. Kemudian ketersediaan barang masih tergolong aman bahkan mencukupi permintaan warga dari selama puasa hingga lebaran.

“Agar hal ini tidak terjadi kami akan turunkan langsung petugas ke lapangan. Bahkan mereka akan memantau kondisi pasar tiga kali dalam seminggu,” katanya.

Kabid Perdagangan Dinas Perdagin, Desy Afriyanti mengaku instansinya terus melakukan pemantauan dan peninjauan diseluruh pasar Tanjungpinang. Bahkan langsung melakukan pengecekkan terhadap tempat pemotongan ayam serta timbangan pedagang.

“Semua kita tinjau dan cek langsung. Sehingga perkembangan dipasaran bisa kita ketahui setiap saat,” sebutnya.

Komoditi barang yang harus tetap terjaga baik ketersediaan dan harganya, kata Desy yaitu beras, daging sapi dan ayam, bawang putih dan merah, cabai, gula, telur, minyak dan kebutuhan sembako lainnya.

“Kita minta pedagang tidak menaiki harga di luar kewajaraan. Apalagi disaat ramadhan dan idul fitri,” ungkapnya. (ary)