
batampos.co.id – Sambut Ramadan, cuaca Kota Batam dianggap kurang bersahabat. Dalam beberapa hari belakangan, hujan tak henti mengguyur sejak pagi hingga sore hari. Bahkan belum lama hujan turun, genangan air ataupun banjir sudah banyak di ruas jalan dan masuk ke beberapa perumahan warga maupun fasilitas umum lalinnya.
Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Pencegahan dan Siap Siaga Bencana (PS2B) Dinas Pemadam Kebakaran Batam, Zulkarnain berpendapat ada tiga faktor yang menjadi pemicu banjir di Batam.
- Curah hujan tinggi.
- Kesadaran masyarakat yang masih kurang untuk menjaga drainase agar tetap bersih atau bebas dari sampah.
- Banyaknya drainase di Batam yang dibuat tidak sesuai fungsi atau peruntukannya.
“Sekitar 75 persen drainase di Batam tidak bekerja seperti yang diharapkan untuk mengatasi banjir,” papar Zulkarnain.
Drainase seharusnya mampu meredam luapan air. Namun di Batam, luapan air justru timbul dari drainase yang tidak bekerja efektif untuk mengalirkan air. Belum lagi, dengan minimnya ruang terbuka hijau di Batam yang dapat berfungsi sebagai resapan air.
“Di samping tiga faktor ini, beberapa faktor lainnya menjadi pendukung banjir mudah terjadi. Permasalahan banjir masih menjadi tugas berat kita sebagai masyarakat Batam,” pungkasnya. (nji)
