ilustrasi

SEKUPANG (BP) – Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti menyebut rentang waktu dua bulan terjadi penambahan perusahaan yang tutup sepanjang 2017 ini.

“Hingga 17 Mei 2017 ini, sudah ada 34 perusahaan yang tutup dan 889 karyawan kehilangan pekerjaannya,” kata Rudi, Rabu (24/5/2017).

Sebelumnya, jumlah perusahaan yang tutup berjumlah 24 perusahaan. Sekarang bertambah menjadi 37 perusahaan. “Terjadi penambahan 10 perusahaan dalam kurun waktu dua bulan,” sebutnya.

Bertambahnya jumlah perusahaan yang tutup ini, disebabkan tidak adanya pengerjaan proyek yang masuk. Alasan lainnya adalah perusahaan berhenti operasi karena masalah keuangan. “Secara global sebabnya masih sama, karena sepi order, perusahaan bangkrut dan tutup,” sebut mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam ini.

Rudi menambahkan, kondisi perekonomian Batam yang tengah memburuk ini juga menjadi faktor pendukung perusahaan tutup. Sejauh ini, lanjut Rudi, baru 34 perusahaan yang telah melapor ke Disnaker.

“Yang lain saya belum terima informasinya, walaupun di luar sana ada informasi yang beredar tentang perusahaan yang bersiap-siap tutup karena sepi order,” terangnya.

Seperti biasanya, perusahaan yang ingin tutup terlebih dahulu menyelesaikan beberapa tanggung jawab kepada pekerja, seperti pembayaran pesangon pekerja. “Setelah semuanya selesai baru mereka melapor,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan belum menerima laporan bertambahnya perusahaan yang tutup. “Ini masalah yang cukup sensitif, jadi saya tidak mau bicara terlalu banyak dulu, yang jelas kami tengah berusaha mencarikan solusi, termasuk mengembalikan kondisi perekonomian Batam seperti semula,” ujarnya. (cr17)