Aktivitas warga berbelanja di Pasar Baru Tanjungpinang, kemarin. F.Fara/batampos.

batampos.co.id – Selama Ramadan dan hingga nanti mendekati hari raya, dua pasar besar di Tanjungpinang diprediksi akan terus meningkat intensitas aktivitasnya. Sayangnya, tidak sejalan dengan tingkat kepuasannya.

Ada dua pasar tradisional di Tanjungpinang. Pertama Pasar Baru di Tanjungpinang Kota dan Pasar Bestari di kawasan Bintan Centre. Kedua pasar ini menjadi tumpuan masyarakat untuk memenuhi segala kebutuhan belanjanya. Selama Ramadan, semakin tinggi aktivitas belanja di dua pasar ini. Lazimnya akan semakin padat hingga menjelang hari raya ke depan.

“Karena semakin mendekati lebaran, semakin banyak kebutuhan yang harus disiapkan,” kata Aminah, seorang yang berbelanja di Pasar Baru Tanjungpinang, kemarin.

Karena itu, meski sedang berpuasa pantang bagi Aminah untuk berdiam diri di rumah. Ia tetap pergi ke pasar untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari dan juga sejumlah kebutuhan hari raya Idul Fitri yang mulai sudah harus ia cicil sejak kini. Tapi bukan semangat menahan lapar dan haus saja yang membuat Aminah mesti merasakan aktivitas di pasar sebagai sebuah perjuangan.

“Pasar ini kalau ramai orang, sempit mau lewat. Harus hati-hati. Kalau hujan ya licin juga,” ucapnya.

Menuju Pasar Baru saja, kepadatan kendaraan sudah terasa dari simpang Pelantar Satu. Apalagi masuk ke bagian utama Pasar Baru. Di gerbang masuk pasar utama sudah dipenuhi penjual-pembeli. Berdesak-desakkan, ada yang ingin masuk, tak sedikit juga yang berebut keluar.

Kepadatan merata sampai ke bagian penjualan ikan. Sempitnya jalanan, membuat pengendara motor harus pintar-pintar mencari celah masuk. Dikarenakan salah satu sisi di sepanjang jalan, telah menjadi lahan parkir roda dua.

Sehingga satu jalur jalan seukuran dua jejeran motor, menjadi satu-satunya lintasan yang dilalui dua jalur. Belum lagi jika berpapasan dengan becak yang membawa banyak barang.

“Mau parkir susah. Sekalinya mau pulang, keluar parkir susah lagi,” kata Budiman, suami yang sedang menunggui istrinya berbelanja di tempat parkir.

Sementara Pasar Bestari di Bintan Centre juga sebelas-dua belas dengan Pasar Baru. Memang ruas jalan hilir-mudik pembeli masih lebih luas ketimbang Pasar Baru. Namun, ketika melintas lapak penjual ikan, diperlukan kehati-hatian ekstra. Hal ini karena entah lantaran air dari ikan yang terpercik ke jalan atau tempias hujan yang membuat jalan itu cukup licin.

“Karena harusnya dibikin jalannya itu agak kasar, bukan semen halus begini. Licin kalau jalan,” kata Iwan, seorang pedagang ikan di sana.

Fakta di dua pasar ini kian membenarkan tekad Gubernur Kepri, Nurdin Basirun yang ingin melihast sebuah pasar tradisional yang dikemas dengan pola modern ada di Kepri. Menurutnya, hal tersebut dapat meningkatkan kenyamanan transaksi jual beli di pasar tradisional.

Mimpi Gubernur Nurdin ini sudah dilanjuti lebih serius. Kata Nurdin, perencanaan akan dibangunnya pasar provinsi di Tanjungpinang, telah diajukan ke Kementerian Perdagangan. Keberadaan pasar dengan kapasitas lebih besar dibandingkan pasar tradisional yang telah ada, dianggap mampu memberikan angin segar perputaran ekonomi di ibu kota provinsi ini.

“Yang jelas, silaturahmi itu terjalin kalau di pasar tradisional. Tapi standarnya harus seperti mall. Bersih dan nyaman,” tutur Gubernur Kepri.

Perencanaan pembangunan pasar ia perlihatkan dengan pasar Puan Maimun, Karimun. Pasar tiga lantai ini di desain luas tanpa banyak skat. Sehingga sirkulasi udara di pasar yang menampung ratusan pedagang itu, berganti cepat.

Pasar ini, terang Nurdin, dibangun dan menyatukan pedagang yang bersebaran di sekitar pasar sebelumnya. Lalu dibangunkanlah gedung yang terdiri dari tiga bangunan berlantai tiga ini. Meski tak sepenuhnya sempurna, beberapa pedagang maupun pembeli di lokasi itu, mengaku lebih nyaman dengan pasar baru ini.

“Kalau di Tanjungpinang, besarnya harus lebih besar dari ini. Karena pasar provinsi. Pasti lebih ramai yang bisa jualan,” ujarnya.

Pembangunan pasar provinsi yang tlah dianggarkan ini, memiliki dua lokasi perencanaan pembangunan. Satu lokasi berada di sekitar sungai, yang mengalir di sepanjang Km 8 atas. Sementara lokasi perencanaan kedua, di sekitaran Tanjungpinang City Center (TCC). Nurdin berharap rencana besar ini dapat segera terealisasi. (aya)