Salah satu pedagang emas di Karimun sedang melayani calon pembeli. Ekonomi Karimun mengalami perlambatan yang ikut berdampak sepinya jual beli emas. F. Tri Haryono/batampos.

batampos.co.id – Pertumbuhan ekonomi kabupaten Karimun selama 5 bulan belakangan ini mengalami perlambatan, dibandingkan pada tahun lalu akibat beberapa faktor diantaranya belum terserapnya APBD 2017 melalui pengerjaan proyek pemerintah, kemudian dunia investasi yang sepi dengan indikator tidak adanya pekerja yang bekerja disalah satu perusahaan galangan kapal. Dan beberapa faktor lainnya, juga berpengaruh terhadap dunia perbankan.

”Yang jelas pertumbuhan ekonomi selalu diukur dengan perbandingan terhadap pencapaian ekonomi di tahun-tahun sebelumnya. Termasuk dunia perbankan juga kena dampaknya, akibat perlambatan ekonomi di Karimun,” kata Kepala BNI 46 Cabang Tanjungbalai Karimun, Joko Teguh Sembodo, Senin (29/5).

Lanjutnya, perlambatan ekonomi disektor perbankan tersebut dapat dilihat dari arus modal yang masuk ke perbankan baik bank konvensional maupun BPR. Artinya, transaksi perbankan beberapa bulan ini tidak meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun, arus modal bukan satu-satunya penggerak pertumbuhan ekonomi di daerah, akan tetapi masih ada faktor lain seperti Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM). Sebab, Karimun masih mempunyai potensi granite dan timah, selain itu potensi pariwisata yang perlu digarap secara serius oleh Pemerintah Daerah.

”Kemungkinan pergerakan ekonomi akan meningkat disaat awal bulan Juni nanti. Dengan seiring memasuki hari lebaran dan ajaran baru, secara otomatis transaksi jual beli masyarakat akan meningkat. Dan bisa berdampak terhadap dunia perbankan, ada yang melakukan tranfer maupun pengambilan uang tunai dan sebagainya,” tuturnya.

Joko optimis pertumbuhan ekonomi Karimun kedepan akan membaik. Walaupun, saat ini terjadi perlambatan ekonomi juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi di Batam. Sehingga, perekonomian tidak bisa berjalan sendiri (eksklusive), akan tetapi dari segi ukuran (size) perekonomian batam jauh lebih besar.

”Masih ada setengah tahun lagi, masih banyak yang bisa dilakukan untuk meningkatkan perekonomian di Karimun,” jawabnya optimis.

Sementara itu salah satu pemilik toko emas yang ada di Tanjungbalai Karimun Dayat mengatakan, hal yang sama terjadinya perlambatan ekonomi di Karimun. Salah satu indikatornya, penjualan emas dibeberapa toko yang ada di kota Tanjungbalai Karimun.

”Anda bisa lihat, di hari libur pun tidak ada yang lihat-lihat maupun jual beli emas dari masyarakat. Baik dari luar maupun masyarakat sekitar Karimun,” keluh Dayat. (tri)

Respon Anda?

komentar