batampos.co.id – Hujan selama dua hari yang melanda Tanjungbalai Karimun dan diikuti dengan badai angin telah mengakibatkan gangguan suplai atau pasokan listrik PLN di beberapa lokasi. Gangguan ini dalam bentuk menurunnya voltase atau arus listrik yang masuk ke pelanggan.

”Bersamaan dengan itu juga ada badai angin. Sehingga, telah menyebabkan ada pohon-pohon yang tumbang dan terkena dengan kabel listrik. Memang, menyebabkan voltase menjadi terganggu. Hanya saja, setelah pohon tumbang berhasil dipindahkan, kondisi listrik sudah normal kembali,” ujar Manajer PLN Ranting Tanjungbalai Karimun, Fauzan kepada Batam Pos, Sebinb (29/5).

Hujan dan angin kencang tak hanya mengganggu aliran listrik ke pelanggan yang berasal dari mesin PLTU, tapi juga yang berasal dari mesin PLTD. Artinya, meski lokasi mesin PLTU dan PLTD terletak dim lokasi yang berbedam, satu di tepi laut dan satu di bukit, tetap saja bisa terganggu. Sebab, jaringan listriknya sama.

Menyinggung tentang pemasangan kabel bawah laut yang pernah direncanakan oleh PLN Tanjungbalai Karimun beberapa tahun lalu, Fauzan menyebutkan, bahwa rencana tersebut memang sempat ada, khususnya pemasangan kabel bawah laut dari Pulau Parit ke Pulau Karimun.

”Tapi, hal ini sifatnya hanya wacana. Karena, saat ini masih dalam proses pengkajian. Apalagi, lokasi yang akan dipasang kabel bawah laut padat dengan jalur lalu kapal. Sehingga, untuk saat ini belum ada realisasinya dari pusat,” jelasnya. (san)

Advertisement
loading...