Ketua Satgas Pangan AKP Andri Kurniawan berbincang dengan pedagang di pasar Bintan Centre Tanjungpinang, Senin (29/5). F.Osias/Batampos

batampos.co.id – Satuan tugas (Satgas) Pangan Polres Tanjungpinang bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tanjungpinang, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Bintan Centre, kilometer Sembilan Tanjungpinang, Senin (29/5) pagi. Mereka memantau harga dan stok kebutuhan pokok selama bulan Ramadan hingga hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah.

Ketua Satgas Pangan yang juga Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Andri Kurniawan, mengatakan untuk ketersediaan bahan pangan dan harga di Tanjungpinang masih dalam keadaan stabil. Pihaknya juga terus melakukan pemantauan langsung di setiap pasar-pasar yang ada di Kota Tanjungpinang.

“Masih stabil, setiap hari kami lakukan monitoring dan selalu kami laporkan ke pimpinan, baik itu Polda Kepri dan ke Mabes Polri,” ujar Andri, yang didampingi Kepala Disperindag Kota Tanjungpinang, Juramadi Esram, disela-sela kegiatannya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kota Tanjungpinang, Juramadi Esram, mengatakan sidak yang dilakukan bersama-sama tim Satgas Pangan Polres Tanjungpinang untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat Kota Tanjungpinang selama ramadan hingga Idul Fitri. Hal itu dibuktikan dengan mengontrol secara langsung ketersediaan barang dan harga kebutuhan pokok di pasar-pasar Kota Tanjungpinang.

“Masyarakat harus diyakinkan, dengan ketersedian bahan pokok dan harganya agar tidak melambung tinggi,”ujar Juramadi.

Dikatakan Juramadi, sidak yang dilaksanakan tersebut juga melakukan pemantauan terhadap harga empat kebutuhan pokok yang sudah ditetapkan Harga Enceran Tertinggi (HET) oleh Pemerintah Pusat. Hal tersebut dilakukan guna memastikan tidak ada lagi penimbunan barang dan permainan harga oleh oknum-oknum pengusaha dan pedagang di Kota Tanjungpinang.

“Ini juga atas perintah pak Kapolri, agar Polda dan Polres untuk bersama-sama dengan Pemerintah Daerah untuk memonitoring ketersediaan kebutuhan pokok dan harga tidak terlalu tinggi,” kata Juramadi.

Dijelaskan Juramadi, belum lama ini harga bawang putih di pasar-pasar Tanjungpinang mengalami lonjakan hingga Rp 50 ribu per kilogram. Namun, saat ini harga tersebut sudah mengalami penurunan dengan menjadi Rp 40 ribu per kilogram. Harga tersebut juga masih diatas HET yang telah ditentukan.

dan saat ini sudah mengalami penurunan sekitar Rp40 ribu. Harga tersebut juga dijual diatas HET yang sudah ditentukan, namun pihaknya juga memaklumi lantaran panjangnya arus laku lintas barang hingga ke Tanjungpinang.

“Harga Rp 40 ribu itu diatas HET. Namun, saya pikir ini masih wajar karena hanya selisih Rp 2 ribu. Ini pun karena panjangnya jalan juah, karena distributor bawang putih di Indonesia hanya lima, Empat di Surabaya dan Satu di Medan, dari Medan ke Batam, Batam ke Tanjungpinang, baru ke pengencer,” ucapnya.

Selain bawang putih, sambung Juramadi, harga daging beku masih ditahap kewajaran karena transportasi dari daerah asal hingga sampai ke Tanjungpinang butuh biaya yang mahal. Meski begitu, pihaknya juga tidak tinggal diam dan akan melakukan koordinasi kepada agen atau distributor daging beku yang ada di Kota Tanjungpinang.

“Harga satu kilogram Rp 90 ribu, bedanya Rp 10 ribu. Nanti kami akan koordinasi dimana masalahnya, karena perjalanannya juga panjang, dari Jakarta ke Medan, Medan ke Batam, Batam baru ke Tanjungpinang, baru ke pengencer,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Pangan, Andri menimpali, pihaknya pun akan melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengetahui seberapa panjang arus lalu lintas barang hingga ke Tanjungpinang yang dapat mempengaruhi harga.

“Untuk masalah harga bawang putih, akan kami selidiki, karena harga Rp 50 ribu kemarin, pedagang ngaku nya itu barang lama. Sekarang stok baru. Masalah distributor juga akan kami selidiki. Bahkan, kami juga akan mengecek gudang penyimpanan barang tersebut,” pungkas Andri.(ias)

 

Respon Anda?

komentar