batampos.co.id – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kepri awalnya menemukan adanya indikasi bahan-bahan berbahaya yang terkandung pada makanan berbuka puasa yang dijual di beberapa titik pusat perbelanjaan “takjil” di Sekupang, Senin (30/5).

Dari sampel yang diambil BPOM, diduga bahan berbahaya yang digunakan dalam makanan seperti sayur nangka, sayur rebung, pempek, kerupuk merah, mie kuning, tahu, cenil, es kolangkaling, sagu mutiara, dan batagor.

“Setlah kami lakukan penyelidikan lebih lanjut, dari 40 sampel makanan tersebut hasilnya negatif. Tak ada satupun bahan makanan yang berbahaya,” kata Kepala Seksi Pemeriksaan dan Penyidikan BPOM Kepulauan Riau ( Kepri), Mardianto, Selasa (30/5).

Ia mengatakan biasanya bahan-bahan berbahaya yang sering digunakan oleh oknum-oknum pembuat kue yakni formalin, borax, rhodhamin B, dan met yellow.

“Syukurlah semuanya layak dikonsumsi. Terkait dugaan awal itu, kami akan mencoba langsung mencari tau tempat pembuatannya. Kami coba cek juga di sana,” ucapnya.

Pada Senin (29/5) itu, BPOM Kepri turun di dibeberapa tempat pusat jajanan takjil di Sekupang. Mulai dari pasar Cipta Puri hingga Pusat Jajanan Takjil di Tibancenter. Sidak ini sendiri dimulai dari pukul 14.00 hingga 17.00. BPOM kepri membawa mobil penguji, untuk menguji sampel makanan.

“Langsung diuji ditempat,” kata salah seorang penguji makanan, Senin (30/5) lalu di Pusat Jajanan Takjil Tibancenter.

Petugas BPOM Kepri melakukan pengujian sampel makanan takjil, Selasa (30/5). F Cecep Mulyana/Batam Pos

Mardianto menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap makanan-makanan yang mengandung bahan berbahaya. Nantinya BPOM Kepri akan berkeliling Batam, menguji kelayakan makanan yang dijual di pusat-pusat jajahan berbuka puasa.

“Tak hanya Batam, tapi juga daerah lainnya,” tutur Mardianto.

Ia menghimbau kepada seluruh masyarkat untuk tidak memanfaatkan momen Ramadan, untuk menjual makanan yang mengandung bahan berbahaya. Selain itu, ia meminta peran aktiv masyarakat dalam pengawasan ini. Sebab bila mengandalkan BPOM, maka pengawasan ini tak akan bisa dilaksanakan sepenuhnya.

“Bila ada makanan yang terindikasi mengandung bahan berbahaya, laporkan ke BPOM. Nanti akan kami tindak lanjuti,” tuturnya.

Pada Selasa (30/5), BPOM kembali melakukan sidak. “Kali ini tempat yang kami sasar itu di lapak jajanan takjil Welcome To Batam,” ujarnya.(ska)

Advertisement
loading...