Petugas mendata anak punk dan gelandangan yang diamankan di Mapolres Tanjungpinang, Rabu (22/2). Foto:Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id –  Gelandangan dan pengemis (gepeng) kian banyak jumlahnya. Hampir di setiap persimpangan jalan bahkan tempat umum lainnya, mereka terlihat. Parahnya, para gepeng ini kian meresahkan karena terkadang mereka jahil dan seakan memeras warga.

Menanggapi banyaknya gepeng yang meresahkan ini, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Hasyimah mengatakan Pemerintah Kota (Pemko) Batam telah membentuk tim gabungan penanganan gepeng.

“Kami telah bentuk tim gabungannya,” kata Hasyimah, Senin (29/5/2017).

Tim gabungan tersebut akan bergerak di titik yang kerap jadi tempat gepeng beraksi, terlebih pada titik yang sering meresahkan. “Jadwalnya sedang kita susun, penindakannya berdasarkan jadwal tersebut,” kata dia.

Tim gabungan tersebut terdiri dari unsur Pemko Batam dan kepolisian.

Hasyimah menyatakan gepeng yang terjaring akan diminta membuat pernyataan tidak kembali lagi mengemis. Kini Dinsos Batam, punya kegiatan pembinaan bagi gepeng asli Batam agar bisa mandiri, seperti las, jahit dan lain lain. “Kita lihatlah nanti, yang di luar Batam kita pulangkan,” ucap dia.

Dia paham gepeng merupakan persoalan yang tetap terjadi tiap tahun, terlebih saat Ramadan. Terkait hal ini, dia mengaku Pemko Batam tidak tinggal diam dan akan terus melakukan penertiban gepeng. “Tetap kita lakukan penindakan, ini sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2002 tentang Ketertiban Sosial,” ucapnya.

Sementara itu, Pantauan batampos.co.id di Simpang Panbil tak hanya pengemis tapi ada juga pengamen. Sementara itu, di Simpang KDA dan simpang Masjid Baitusyakur Jodoh, pengemis wajah baru mulai bermunculan.

“Pengamen ini meresahkan, kalau lihat umurnya rata-rata 20an ke atas, usia yang masih produktif kan bisa kerja,” kata seorang warga, Margareth. (cr13)

Respon Anda?

komentar