
batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengaku tidak bisa berbuat banyak terkait lahan yang sudah dialokasikan Badan Pengusahaan (BP) Batam ke pengembang. Satu-satunya cara yakni BP Batam harus turun tangan.
“Susah kami ke developer, PL dikasih BP Batam. Misal mereka bilang ini tanah saya dan sudah bayar ke negara mau apa kami,” kata Rudi, kemarin.
Untuk itu, setiap permasalahan penanganan banjir yang terkait tanah developer, Rudi meminta BP Batam ikut serta menangani penyelesaiannya.
“Sering koordinasi, tapi yang dikirim rapat dengan kami yang tak bisa ambil kebijakan,” sebut dia.
Dia mengatakan, penyebab banjir juga karena peruntukkan lahan dari BP Batam tidak tepat tanpa perencanaan yang matang. Tak heran daerah serapan air alami juga di alokasikan.
“Bukan resapan air saja, termasuk drainase yang dijual juga, banyak masalah,” ucapnya.
Menurutnya, kini pihaknya sendiri telah membentuk tim perkecamatan menagnagi banjir di Batam. Dia berharap, dalam seminggu ke depan hasil kerja akan nampak.
“Satu minggu ini korlap dan camat koordinasikan dengan masyarakat dan pemilik lahan. Kalau kendala khusus developer ke BP Batam, kalau masyarakat cukup kita saja, kita beri pemahaman bahwa ini untuk umum,” pungkasnya. (cr13)
