
batampos.co.id – Wabup Bintan Dalmasri Syam memimpin upacara hari lahir Pancasila di halaman Kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, Kamis (1/6) sekitar pukul 08.00. Usai membacakan pidato dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengangkat tentang pentingnya pancasila dan Bhineka Tunggal Ika dalam kehidupan bermasyarakat, Dalmasri juga mengimbau masyarakat Bintan khususnya untuk tidak mempelebar jurang perbedaan.
“Boleh beda, beda agama, suku, beda kampung, tapi hati, pikiran dan tenaga harus tetap untuk kesatuan dalam bingkai NKRI,” kata Dalmasri.
Dalmasri juga mengapresiasi langkah pemerintah yang menetapkan tanggal lahirnya Pancasila, 1 Juni sebagai hari libur nasional. “Harusnya, itu sejak dulu hari lahirnya pancasila sudah jadi hari libur nasional,” katanya.
Oleh sebab itu, di peringatan hari lahirnya pancasila, Dalmasri mengimbau masyarakat tidak hanya memanfaatkan hari liburannya saja. Tetapi, lebih dari itu. Masyartakat, khususnya di Kabupaten Bintan harus menjiwai dan memaknai Pancasila. “Pelajari dan dimengerti,” tegas pria berkacama mata itu.
Dalam kesempatan itu, dilakukan penyerahan simbolis SK CPNS kepada 2 orang dokter dan 42 orang bidan PTT Kemenkes yang mengabdi di lingkungan Pemkab Bintan. Juga, penyerahan 3 unit mobil ambulans kepada UPTD Puskesmas Kecamatan Bintan Utara, Kecamatan Teluk Sebong dan Kecamatan Tambelan.
Kadis Kesehatan Bintan, dr Gama AF Isnaini mengatakan, kendaraan bantuan dari pemerintah ini akan digunakan untuk operasional puskesmas. Diharapkan, adanya bantuan dapat meningkatkan pelayanan dasar kesehatan masyarakat Bintan.
Untuk 2 dokter dan 42 bidan yang mendapat SK CPNS. rata-rata telah bertugas di sejumlah puskesmas di Bintan selama puluhan tahun.
Bahkan, PTT bidan Kemenkes yang diangkat menjadi CPNS di lingkungan Pemkab Bintan, Intan telah berdinas selama 13 tahun. Danik Destiyana, ketua dari para bidan yang menerima SK CPNS mengatakan, sebenarnya ada 45 orang yang dinyatakan lulus pada Maret lalu. Tapi, satu orang telah mengundurkan diri, sehingga tinggal 44 orang yang terdiri 2 dokter yang tugas di puskesmas Mantang dan Numbing dan 42 bidan di sejumlah puskesmas di Bintan.
“SKnya mulai per 1 April,” katanya. Selama 9 tahun menjadi PTT bidan, ia mengatakan, telah ditugaskan di daerah pesisir. Selama itu juga, ia mengaku tidak ada masalah untuk pelayanan. Juga, tidak ada penolakan kehadiran bidan. Hanya, terkadang keritikan tetap diterima, sebagai upaya membangun pelayanan yang lebih baik.
dr Ahmad Teguh, adalah salah satu dokter yang secara simbolis menerima
SK CPNS mengaku baru setahun mengabdi di Bintan, di daerah Mantang. Pria asal Pekanbaru itu, juga mengaku senang bertugas di Bintan. Hanya, awalnya dia sedikit mengalami masalah bahasa. “Saya ini lahir di Bintan, waktu itu ayah saya juga kerja di sini. Tapi kemudian pindah ke Pekanbaru. Tahunya, kembali lagi ke sini. Mungkin, ada pepatah orang tua dulu, kalau sudah minum air di Pulau Bintan, pasti kembali lagi,” katanya tersenyum. (cr21)
