Senin, 6 April 2026

Empat Tahun Sistem Penyediaan Air Bersih Mangkrak

Berita Terkait

batampos.co.id – Kurangnya pasokan air bersih masih menjadi persoalan yang dirasakan oleh warga Desa Malang Rapat Kecamatan Gunung Kijang.

Pasalnya selama 4 tahun lebih warga terus berharap, agar Sistem Penyediaan Air Bersih (SPAM) yang dibangun Pemerintah Provinsi Kepri sejak tahun 2012 lalu bisa segera difungsikan.

Namun, hingga saat ini SPAM yang sudah selesai dibangun tersebut, tak juga kunjung bisa dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat sekitar.

“Sudah lama (SPAM, red) tak pernah aktif. Mulai 2012 dibangun sampai hari ini belum ada sedikitpun berfungsi,” ujar Saharuddin, Ketua RT 03 Desa Malang Rapat di Kijang, Kamis (1/6)

Ia menjelaskan awalnya pembangunan SPAM tersebut, merupakan pengajuan langsung dari kades sebelumnya.

Dengan melihat kondisi, dimana hampir seluruh warga Desa Malang Rapat, hanya bisa mengandalkan air sumur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kami selaku perangkat desa tak bisa berbuat banyak untuk mendorong pengoperasian SPAM itu. Sebab belum ada penyerahan aset dari Dinas PU Provinsi sampai sekarang,” ungkapnya.

Saharuddin menambahkan pengoperasian SPAM tersebut, tentunya sangat diharapkan warga. Apalagi bagi warga yang tinggal di daerah bawah yang memiliki air sumur yang kondisinya kotor dan tak sehat.

“Setiap hari warga dibawah itu selalu memakai air yang warnanya kayak karatan gitu untuk mandi, nyuci kain, dan nyuci piring. Makanya tak jarang mereka sering juga minta air kesini,” tuturnya.

“Mudah-mudahan SPAM yang sudah siap dibangun dengan pipa-pipanya itu bisa segera dioperasikan oleh Pemprov. Karena kami sangat membutuhkannya,” harapannya.

Sementara itu, Umi salah satu warga Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, ini mengaku kecewa dengan ketidakjelasan Pemprov Kepri yang tak kunjung mengoperasikan SPAM yang sudah siap dibangun tersebut.

“Kalau nunggu air ini hidup, mungkin sudah mati lah warga disini semua, ” ungkapnya dengan nada kecewa.

Meskipun begitu, dirinya berharap agar pemerintah daerah bisa mendorong untuk pengoperasian SPAM tersebut, agar segera bisa difungsikan.

“Sudah lama kami menunggu ini berfungsi, tapi sampai sekarang juga gak ada kejelasan. Mangkrak gitu aja dan gak terurus SPAM itu,” imbuhnya. (cr20)

Update