
batampos.co.id – Lemper bakar menjadi salah satu makanan yang memiliki citarasa tersendiri. Perpaduan antara ketan dan ikan tongkol yang dibungkus dengan daun pisang lalu di panggang menggunakan arang menjadi menu santapan ringan nan mengenyangkan untuk berbuka puasa.
Yurnalis, 47 penjual lemper bakar khas Anambas di jalan Ir Sutami mengatakan, permintaan dan pemesanan lemper kian meningkat selama Ramadan. “Alhamdulillah saat bulan puasa, yang pesan lebih banyak. Biasanya saya membuat 300 bungkus, semenjak puasa jadi bertambah menjadi 500 bungkus,” ungkapnya, Kamis (1/6).
Harga lemper bakar yang murah dan terjangkau juga menjadi salah satu alasan ramainya pembeli lemper bakar ini. Yurnalis mengatakan harga satu bungkus lemper bakar di hargai Rp2ribu. “Selain enak dan gurih, harganya juga murah meriah,” kata lelaki asal Terempa ini.
Lemper bakar yang dijual, diolah langsung dirumahnya. Mulai pagi hari ia mengolah ikan tongkol dan memasak ketan. Setelah masak, lemper dibungkus menggunakan daun pisang. “Mulai jam satu, baru mulai dibakar di warung,” jelasnya.
Bermodalkan alat pembakaran dan arang, lemper pulut panggang dipanggang selama lima menit. Sehingga pelanggan yang ingin mengonsumsi lemper yang masih hangat dapat menunggu. “Proses pembakarannya hanya memakan waktu lima menit saja, jadi pembeli tidak akan menunggu lama saat membeli,” ujarnya.
Selera pelanggan pun berbeda-beda, menurut Yurnalis ada pelanggan yang menyukai lemper yang dibakar hingga agak kering, namun umumnya pelanggan lebih menyukai lemper disajikan tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah. “Kalau kering agak keras, jadi banyak yang suka setengah basah,”tambahnya. (odi)
