
batampos.co.id – Hermanto ialah salah seorang pengojek jaringan (Go Jek) Batam. Pria 45 tahun ini mengaku kesulitan mendapatkan pekerjaan saat ini membuat dirinya beralih menjadi pengojek online.
“Lumayan bisa buat menopang kebutuhan keluarga,” kata dia saat ditemui Kamis (1/6).
Dia menerangkan untuk menjadi ojek pangkalan dia harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit.
“Kemarin ada kawan menawarkan mangkal di salah satu pelabuhan di Batam, tapi harus deposit dulu sebagai jaminan, dan jumlahnya tidak sedikit Rp 3-5 juta,” ujarnya.
Dia memilih bergabung dengan Gojek, dari pada ojek pangkalan. Keberadaan Gojek menurutnya membawa keuntungan tersendiri dan memudahkan pelanggan dalam mendapatkan jasa.
“Banyak dari pelanggan yang tidak mau kami berhenti,” sebutnya.
Hermanto mengaku juga tengah menunggu waktu berangkat ke Malaysia untuk bekerja. Kemaren kami telah wawancara di Harmoni One, mungkin setelah lebaran berangkat, namun menjelang itu keluarga tetap butuh makan, cari kerja saat ini sangat sulit,” bebernya.
Sementara itu, Area Manager Gojek di Batam, Daniel Sitohang yang dihubungi enggan menanggapi larangan yang dikeluarkan Dinas Perhubungan Kota Batam.
“Maaf, saya tidak punya otoritas untuk mengeluarkan statement mengenai PT. Gojek Indonesia,” singkatnya.
(cr17)
