Iklan
Terbatasnya transportasi umum, dan penyediaan bus sekolah dari pemerintah yang belum maksimal, banyak pelajar yang terpkasa  menumpang pikap menuju sekolah mereka. F. Choky/batampos.

batampos.co.id – Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan, segera akan menambah armada bus tambahan dari kecamatan untuk mengantisipasi over kapasitas yang terjadi terhadap pengoperasian bus sekolah yang ada di empat titik rute. Diantaranya, rute mengarah ke Kijang, Lagoi, Teluk Sebong, dan Berakit.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan, Tamsir. Over kapasitas yang terjadi terhadap pengoperasian bus sekolah yang ada di empat rute berkisar hampir mencapai 60 penumpang per unitnya.

“Kelebihan kapasitas memang terjadi. Ini berdasarkan pengakuan langsung dari sopir bus sekolah itu,” ujar Tamsir, Jumat (2/6).

Untuk itu, dirinya segera akan berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk melakukan peminjaman bus sementara yang dipakai untuk mengurangi kelebihan kapasitas yang terjadi.

“Segera kami akan lakukan pertemuan. Mungkin lebih diutamakan di kecamatan yang terdekat dengan empat rute tersebut,” tuturnya.

Tamsir mengakui 43 bus sekolah gratis yang sudah dioperasikan saat ini belum sepenuhnya bisa mengakomodir seluruh pelajar di Kabupaten Bintan.

Hal ini disebabkan karena jumlah bus yang tersedia masih terbilang minim, dan belum bisa menghandel secara keseluruhan untuk mengantar dan menjemput pelajar.

“Benar, 43 bus sekolah ini tidak cukup. Masih banyak pelajar yang belum bisa tercover sepenuhnya,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjutnya bus sekolah ini hanya lebih dikhususkan bagi pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Itu pun, dari jumlah 30 SMP dan 17 SMA yang ada di Bintan, belum semuanya bisa merasakan fasilitas bus gratis ini,” sebutnya.

Untuk itu, kata Tamsir, pihaknya akan segera meminta bantuan kepada Pemerintah Provinsi Kepri untuk bisa ikut membantu penambahan pengadaan bus sekolah. Khususnya bagi pelajar tingkat SMA yang kewenangannya sudah dialihkan ke Pemerintah Provinsi.

“Kalau mengharapkan dari anggaran APBD, tentu tidak akan mencukupi. Sebab masih banyak kebutuhan sekolah yang harus dipenuhi. Seperti penyediaan komputer, RKB dan lainnya. Tapi kami akan upayakan koordinasi dengan Pemprov untuk mencari solusinya,” imbuhnya. (cr20)

Advertisement
loading...