Jumat, 24 April 2026

Tali Pusar Bayi Terimpit Batu

Berita Terkait

Petugas Identifikasi Polres Tanjungpinang mengevakuasi jenazah bayi yang ditemukan di Tepi Laut, Jumat (2/5), F Osias De/batampos.

batampos.co.id – Masyarakat Teluk Keriting, digegerkan penemuan mayat bayi yang diduga dibuang orang tuanya di tepi laut depan SMA Negeri 5, Kecamatan Tanjungpinang Barat, Jumat (2/5) sekitar pukul 10.45 WIB. Bayi tersebut diduga hasil hubungan gelap.

Informasi yang dihimpun, mayat bayi tersebut pertama kali ditemukan salah seorang warga yang sedang melintas di Jalan Agus Salim. Yang mana saat itu mayat bayi merah dengan tali pusar yang masih menempel terhimpit bebatuan tanpa mengenakan busana.

Pantauan di lapangan, masyarakat yang merasa iba dengan bayi yang tanpa busana pun menutup jenazah dengan kain sambil menunggu pihak Kepolisian datang. Penemuan jenazah itu pun menarik perhatian warga yang melintas. Warga pun berbondong-bondong menyaksikan jenazah yang terbaring dibibir pantai tersebut.

Salah seorang warga, Asri Mulyadi, mengatakan selain masih terdapat tali pusarnya. Saat ditemukan ari-ari bayi tersebut juga masih menempel.

“Saya datang tadi orang sudah ramai disitu. Pas lihat ternyata jenazah bayi,” ujarnya.

Sementara itu, Dokter Regina Frita Sari, yang juga datang ke lokasi, menuturkan jika dilihat secara kasat mata. Bentuk dan ukuran bayi tersebut diperkirakan berumur 30 hingga 32 minggu di kandungan. Bobotnya pun diperkirakan sekitar 800 sampai 900 gram.

“Itu saya lihat secara kasat mata ya. Tapi nanti di visum baru bisa diketahui secara pasti,” ucapnya.

Terpisah, Kapolsek Tanjungpinang Barat, AKP Yuhendri Yanuar mengatakan, jenazah tersebut ditemukan warga saat air laut sedang surut dengan posisi terlungkup.

“Dari subuh air laut surut. Jika dilihat dari situasi TKP kemungkinan dibuang saat subuh itu juga,” ujar Yuhe.

Sebab, sambung Yuhe, jika dibuang pada saat air pasang. Kemungkinan besar bentuk mayatnya berubah akibat dampak dari kena air laut.

“Jenazah dibawa ke Rumah Sakit dulu untuk dilakukan otopsi,” kata Yuhe.

Diterangkan Yuhe, pihaknya pun akan melakukan penyelidikan terlebih dulu untjk mengetahui siapa orang tua dari bayi malang tersebut.

“Kami lakukan penyelidikan dulu. Mudah-mudahan dapat terungkap siapa yang tega membuang bayi itu,” pungkas Yuhe.(ias)

 

Update