batampos.co.id – Sampai saat ini tim buser Sat Reskrim Polres Karimun masih memeriksa dua saksi dari masjid Agung untuk menggali keterangan atas terbunuhnya satpam masjid Agung, Safari yang ditikam pencuri kotak amal saat mempertahankan kotak amal.
“Dua saksi tersebut diharapkan bisa mendapatkan petunjuk untuk kasus ini. Karena, sejauh ini dari keterangan saksi sebelumnya hanya melihat pria menggunakan topi sambil mencongkel kotak amal,” ujar Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Dwihatmoko Wiroseno, Senin (5/6).
Ditambah lagi, kata kondisi masjid yang tidak dilengkapi dengan CCTv. Dengan kejadian ini diharapkan bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga. Dihimbau kepada masjid yang berkuran cukup besar untuk memasang CCTv di sekitar masjid. Sehingga, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka salah satu alat untuk menelusuri adalah kamera pemantau tersebut.
”Selain itu, untuk menghindari agar kotak amal yang diletakkan di dalam dan di luar masjid tidak menjadi sasaran pencurian. Maka, polisi menyarankan agar setiap hari uang yang ada di dalam tabung atau kotak amal dapat diambil. Apalagi, biasanya pelaku yang akan mencuri kotak amal itu terlebih dulu melakukan pengamatan sebelum mencuri,” paparnya.
Sesuai berita di koran ini, Safari, petugas Satpam Masjid Agung, Jalan Poros meregang nyawa setelah ditikam pelaku yang ketahuan sedang mencongkel kotak amal pada Ahad lalu. Luka tikaman di bagian perut sebelah kiri cukup parah. Yakni, dalam mencapai 6 centi meter dan lebar 3 centi meter. Selama hampir dua jam Safari mendapatkan perwatan intensif di RSUD M Sani, namun nyawanya tidak tertolong. (san)
