Selasa, 28 April 2026

Desa Landak, Desa Terbaik se-Anambas

Berita Terkait

batampos.co.id – Tim penilai dari Pemerintahan Desa tingkat Provinsi melakukan penilaian terhadap seluruh desa yang ada di Anambas. Dari hasil penilaian tersebut, Desa Landak Kecamatan Jemaja Kabupaten Kepulauan Anambas masuk dalam seleksi lomba desa tingkat Provinsi Kepri sebagai desa terbaik se-Anambas. Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Desa Landak, Amirullah, Rabu (7/6).

Lomba ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menilai perkembangan pembangunan yang ada di desa sekaligus memberi semangat kepada masyarakat dalam peningkatan perekonomian masyarakat desa. Selain itu juga dapat memberi motivasi dan memacu semangat bagi perangkat desa, lembaga-lembaga desa dan masyarakat untuk berlomba dan bersaing secara sportif dan positif dalam membangun fisik desa dan membenahi administrasi pemerintah desa yang sudah ada.

Indikator penilaiannya meliputi bidang pendidikan, kesehatan masyarakat, ekonomi masyarakat, keamanan dan ketertiban, partisipasi masyarakat, pemerintahan, lembaga kemasyarakatan dan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga.

Ketika tim penilai meninjau langsung ke desanya mereka belum melakukan persiapan karena tidak ada pemberitahuan tentang kedatangan tim. Pihaknya cukup mengalami kesulitan pada sesi tanya jawab karena dilakukan secara manual. Ia berharap tadinya mereka bisa menyampaikan profil desa secara detail dengan proyektor.

“Profil desa tersimpan didalam komputer, tapi sesi tanya jawab secara manual jadi kita khawatirkan nilainya tidak maksimal. Kita tunggu saja hasilnya nanti, apakah desa kita layak menjadi pemenang tingkat Provinsi Kepri,” jelasnya.

Diketahui jika Desa Landak menang pada lomba tingkat provinsi maka seperti biasa desa tersebut berhak untuk melanjutkan ketingkat nasional dan diundang untuk upacara di istana negara.

Desa tersebut tidak terlalu besar karena hanya memiliki sekitar 180 KK, luas area sekitar 5018 Hektar. Desa Landak memiliki icon pariwisata religi yakni bangunan bersejarah sisa dari Markas tentara Jepang ketika masa penjajahan, tepatnya berada di atas gunung datuk. Peninggalan benda bersejarah itu dibuktikan dengan ditemukan drum besi dengan berat ratusan ton dan masih utuh hingga saat ini.

“Desa kita memiliki potensi sebagai desa wisata sebab desa kita memenuhi syarat yang dikehendaki seperti pantai yang panjang sekitar 2 Km dan memiliki Markas tentara Jepang ketika Perang dunia II. Kedepannya akan kita berdayakan mengenai potensi wisata,” terang Amirullah. (sya)

Update