Kamis, 23 April 2026

Satria Pulungan Diminta Gantikan Hatanto

Berita Terkait

batampos.co.id – Isu perombakan unsur pimpinan Badan Pengusahaan (BP) Batam kian santer terdengar. Nama Satria Dharma Putra Pulungan disebut bakal menggantikan Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro.

Satria yang dihubungi Batam Pos, Kamis (8/6), membenarkan kabar tersebut. Dia mengaku dihubungi seseorang dari Dewan Kawasan (DK) Batam dan diminta bersiap menggantikan Hatanto sebagai Kepala BP Batam. Namun soal kepastian jadwal pelantikan, Satria mengaku belum tahu pasti.

“Mungkin bisa besok pagi (hari ini, red) ditelpon. Kita menunggu saja,” kata Satria, kemarin.

Dia menjelaskan, kabar bahwa dirinya bakal dilantik menjadi Kepala BP Batam itu disampaikan melalui pesan singkat oleh anggota DK Batam yang ia rahasiakan namanya.

“Awalnya saya ditelepon, tapi tak saya tanggapi,” kata dia.

Satria mengaku siap jika diminta menggantikan Hatanto. Sebaliknya, jika kemudian rencana pelantikan dirinya itu batal, ia juga harus rela. Sebab hingga tadi malam, Satria mengaku belum mendapat pemberitahuan terkait jadwal pelantikannya.

“Kita tunggu saja, kan belum dipanggil (untuk pelantikan). Kalau ada perubahan pun, saya harus siap,” katanya.

Bagi Satria, jabatan sebagai Kepala BP Batam merupakan tantangan sekaligus amanah. Dia sendiri pernah mendaftar sebagai calon Kepala BP Batam pada 2013 dan lolos uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test. Ia lolos bersama 29 kandidat lainnya. Namun hasil seleksi ini kemudian digugat di PTUN.

Dari segi karir, Satria pernah bertugas di Batam saat masih bekerja di Surveyor Indonesia. Namun Satria pensiun dini dan saat ini memilih karir sebagai dosen di salah satu universitas ternama di Indonesia.

Pria kelahiran Medan, Sumatera Utara pada tahun 1961 juga memiliki sejumlah gelar sarjana dari universitas terkemuka di dalam maupun luar negeri. Ia menyelesaikan program S-1 nya dari teknik perminyakan Universitas Trisakti. Kemudian dia mengambil program S-2 di empat universitas berbeda.

Ia juga mendapat gelar Magister Bisnis Administrasi (MBA) dari Universitas Georgia USA, gelar Magister Managemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen Jakarta, gelar MS dari Real Estate UIPM, dan gelar MSc Property Management UIPM Singapore. Kemudian ia menyelesaikan program S-3 nya dari Universitas American USA.

Sementara seorang sumber Batam Pos memastikan pelantikan Satria akan digelar dalam waktu dekat ini di Jakarta.

Sumber itu mengaku nama Satria Pulungan sebagai pengganti Hatanto sudah final dan sudah sampai ke Sekretariat Negara. Tetapi ia menegaskan bahwa bisa saja ada perubahan jadwal pelantikan. Meski ia menegaskan bahwa perombakan pimpinan BP Batam ini sudah hampir 100 persen dilakukan.

“Kita tunggu saja seperti apa. Tetapi info yang saya dengar, pelantikan akan dilakukan Jumat. Ya, tapi bisa jadi semua berubah. Kita tunggu saja,” katanya.

Sementara itu, anggota Dewan Kawasan (DK) Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (PBPB) Jumaga Nadeak mengaku belum mendapat undangan terkait adanya pelantikan. Meski ia mengaku bahwa isu pergantian itu sudah ia dengar.

“Undangannya belum ada. Tidak tahulah besok ya. Kalau masalah pergantian ini kan sudah beberapa kali disampaikan di media,” katanya.

Ketua DPRD Provinsi Kepri itu mengaku jika nanti ada pelantikan pimpinan BP Batam, maka anggota DK akan mendapat pemberitahuan.
“Ya kita tunggu saja. Tetapi sampai sekarang yang jelas belum ada undangan,” katanya.

BP Membantah

Sementara Deputi IV BP Batam Purba Robert Sianipar justru membantah isu pergantian unsur pimpinan BP Batam itu. “Setahu saya tidak ada pergantian. Belum ada kabarnya. Lagian Wantimpres kan sudah pernah klarifikasi,” katanya.

Meski demikian, Robert tidak mau berkomentar banyak. “Ya kita lihat saja seperti apa,” tambahnya.

Bantahan juga disampaikan Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono. Menurut dia isu tersebut tidak benar karena Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution juga telah membantahnya.

“Bukannya Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dan Menko sudah bantah. Mengapa media masih kurang percaya,” kata Andi di Kawasan Industri Batamindo, Kamis (8/6).

Ia mengungkapkan isu ini sebelumnya bermula ketika sejumlah media di Batam memberitakan pergantian jajaran pimpinan dalam waktu dekat. Dalam pemberitaan tersebut menyebutkan Ketua Wantimpres, Sri Adiningsih sudah bertemu dengan Menko Darmin untuk menyampaikan pesan dari Presiden Jokowi agar mengevaluasi jabatan dari jajaran pimpinan BP Batam dalam waktu dekat. Menko juga mengatakan akan segera menggantinya secepatnya.

Setelah berita tersebut keluar, Wantimpres langsung mengirimkan surat permintaan klarifikasi berita ke media di Batam yang memuat berita tersebut. Isi surat tersebut menyatakan bahwa Wantimpres bertugas hanya untuk memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden dalam menjalankan kekuasaan pemerintahan negara. “Mereka tidak mengurusi pergantian pimpinan BP Batam,” tambah Andi.

Ia juga mengatakan Menko Darmin merasa kaget dengan adanya isu tersebut. Karena pada dasarnya selama ini kinerja pimpinan BP Batam berjalan baik-baik saja dan tanpa kendala. “Bahkan kemarin dapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk pertama kalinya,” katanya.

Hatanto Cuek

Kepala BP Batam, Hatanto
foto: dalil harahap / batampos

Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro, memilih cuek menanggapi isu pergantian dirinya itu. Dia mengaku tak mau ambil pusing dengan kabar tersebut.

“Mana saya tahu,” kata Hatanto saat safari Ramadan di Musala Al-Habib, Sekupang, Batam, Kamis (8/6).

Menurut dia, ada pihak-pihak yang mendorong dirinya supaya diganti. Padahal, pemerintah pusat melalui Kemenko Perekonomian dan Wantimpres sudah membantah isu bakal ada pergantian unsur pimpinan BP Batam. Karenanya, ia meminta wartawan menanyakan isu tersebut kepada pihak-pihak yang ia sebut berada di balik munculnya isu tersebut.

“Mungkin dia yang lebih tahu,” kata Hatanto tanpa menyebut nama pihak yang ia maksud.

Hatanto mengaku tidak kaget dengan isu pergantian dirinya. Selama 14 bulan menjabat Kepala BP Batam, ia sudah beberapa kali diisukan bakal diganti. “Saya gak syok lagi. Rasa syok-syok itu semakin lama makin kecil,” katanya sambil tertawa.

Pria nomor satu di BP Batam ini kemudian menegaskan bahwa pihaknya hanya melaksanakan ketentuan peraturan yang selama ini banyak tidak dilaksanakan di Batam.

“Kita tak ada yang mau mengatur. Tidak ada aturan baru atau kesepakatan baru. Yang ada hanyalah melaksanakan peraturan yang belum utuh dilaksanakan,” tegasnya.

Gubernur mendukung

Isu perombakan unsur pimpinan BP Batam sampai ke telinga Gubernur Kepri, Nurdin Basirun. Menurut Nurdin, wacana pergantian pimpinan BP Batam sudah tepat. Sebab berdasarkan evaluasi kinerja, Hatanto Cs belum menunjukkan prestasi yang baik dalam meningkatkan perekonomian Batam.

“Bukan maksud memprovokasi, tapi kalau boleh jujur memang layak dievaluasi,” kata Gubernur di Tanjungpinang, Kamis (8/6).

Anggota Dewan Kawasan (DK) Batam tersebut mengatakan, rendahnya pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan pertama 2017 sebagian besar terdampak dari lesunya ekonomi di Batam. Menurut dia, hal ini terjadi karena adanya aturan dan regulasi yang menghambat iklim investasi.

“Pemerintah pusat selalu mendorong kemudahan regulasinya. Sehingga ada kepastian hukum bagi kepentingan investasi di Kepri, Batam khususnya,” papar Nurdin.

Nurdin juga menilai komunikasi BP Batam dengan eksekutif kurang baik. Terbukti dari beberapa kali undangan pertemuan yang dilayangkan, BP Batam hanya mengirimkan staf, bukan pimpinan.

“Alhamdulillah kalau diundang datang, tetapi hanya bawahannya saja yang datang,” katanya.

Namun saat disinggung mengenai figur calon pengganti Hatanto, Nurdin mengaku tak mau ikut campur. Dia hanya berharap kepala BP Batam yang baru nanti akan lebih baik.

“Untuk yang terbaik, kita hanya bisa memberikan masukan,” kata Gubernur. (ian/leo/jpg/cr13)

Update