batampos.co.id – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Tiongkok, Powerchina menyatakan minat berinvestasi terhadap pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin).

“Kepri memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. Apalagi jika Batam dan Pulau Bintan terhubung,” ujar Business Manager Chinapower, Chen Long saat melakukan pertemuan dengan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun di Gedung Daerah, Tanjungpinang belum lama ini.

Dijelaskannya, Powerchina merupakan perusahaan internasional terbesar ke enam di dunia. Bahkan saat ini sudah memiliki 116 anak perusahaan yang tersebar di dunia, termasuk di Indonesia. Disebutkannya, pihaknya sudah membangun beberapa mega proyek di Indonesia, salah satunya adalah Waduk Jati Gede. Selain itu ada juga pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asahan dan pembangunan LRT Jakarta-Bandung.

“Berbicara investasi, tentu dengan menghitung seberapa cepat memperoleh break even point. Tentu harus ada konpensasi untuk mengejar itu,” papar Chen Long.

Lebih lanjut katanya, dalam satu tahun ke depan, pihaknya akan melakukan kajian dan analisis lapangan. Sehingga bisa disimpulkan, apakah masuk dalam perhitungan atau tidak. Apalagi saat ini, Powerchina juga terlibat dalam pembangunan water villa di Kabupaten Bintan yang akan menjadi ikonik baru Pulau Bintan.

“Berbicara kemampuan tentu kota akan menggandeng anak-anak perusahaan. Sehingga bisa membantu percepatan pembangunan di Kepri,” tututpnya.

Sementara itu, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan yang berminat untuk berinvestasi pembangunan Jembatan Babin banyak. Tetapi yang menyatakan keseriusan belum nampak. Menurut Nurdin, siapa yang cepat dan serius itu yang akan diakomodir. Bahkan Pemprov Kepri juga siap memberikan konpensasi yang dibutuhkan investor.

“Kita sangat selektif dalam segala hal. Termasuk soal investasi. Jembatan Babin satu kebutuhan untuk percepatan pembangunan Kepri,” ujar Nurdin.(jpg)