
batampos.co.id – Di bulan Ramadan, masyarakat biasanya mencari sajian untuk disantap saat berbuka puasa. Di Tanjungpinang, makanan tradisional lemang melayu yang biasa dijajakan saat bulan Ramadan merupakan salah satu menu favorit yang lezat dan nikmat untuk berbuka puasa.
Iwan (35), penjual lemang melayu di Jalan Adi Sucipto Batu 12 mengatakan, permintaan lemang bagi pembeli selama bulan suci Ramadan ini, mengalami peningkatan seperti yang diharapkan. Lemang yang dibakar selama puasa ini, hampir 20 hingga 30 batang setiap harinya. “Setelah beberapa hari puasa sudah banyak yang memesan lemang melayu ini,” kata Iwan.
Ia menambahkan pembeli ramai saat menjelang buka puasa. Harga yang ditawarkan untuk 1 batang lemang hanya Rp20ribu, jika membeli lemang menggunakan tapai pulut hitam, pembeli harus mengeluarkan uang sebanyak Rp25ribu. “Pembeli lemang melayu baru ramai saat menjelang berbuka puasa pada pukul 17.00 WIB,” ujarnya.
Lemang melayu yang dijajakan di pinggir Jalan Adi Sucipto Batu 11 tersebut, dibakar langsung dengan kayu bakar dan pembeli dapat melihat langsung proses pembuatan lemang dari memasukkan daun pisang kedalam bambu, lalu beras pulut yang telah dicampur dengan garam dan santan dimasukkan kedalam bambu, lalu bambu yang telah terisi dibakar. “Proses memasak lemang memakan waktu 4 hingga 6 jam,” jelasnya.
Saat proses memasak lemang ini, memasaknya harus diaduk sebanyak dua kali, setelah lemang yang dimasak agak kering, harus ditambah santan agar mendapatkan citarasa yang enak. “Saat memasak lemang, kita harus selalu memantau dan jangn lupa untuk mengaduk sebanyak 2 kali saat proses memasak lemang,” katanya.
Lemang lebih nikmat dimakan dengan tapai pulut hitam yang rasanya manis dan harum yang dijualnya juga. Selain itu lemang juga bisa dinikmati bersama rendang dan durian. “Biasanya lemang dimakan dengan rendang, tapi karena ini lemang melayu, lemang dimakan dengan tapai pulut hitam,” ungkapnya. (odi)
