Kamis, 16 April 2026

Tak Ada Pekerjaan di Batam, Rame-Rame Pulang Kampung

Berita Terkait

Ilustrasi

batampos.co.id – Lesunya kondisi ekonomi di Batam membuat sejumlah warga ramai-ramai pulang ke kampung halaman. Rata-rata mereka mengaku sudah kehilangan pekerjaan dan kesulitan mendapatkan pekerjaan baru.

“Sudah finish kontrak (kerja), jadi kami memutuskan pulang saja,” kata Muhammad Taufik saat mengurus surat pindah rayon sekolah anaknya di Kantor Dinas Pendidikan Kota Batam, Senin (12/6/2017).

Taufik mengaku sudah 14 tahun tinggal di Batam. Sebelumnya ia bekerja di salah satu perusahaan galangan kapal di kawasan Tanjunguncang, Batam. Namun baru-baru ini dia berhenti bekerja lantaran perusahaan tempatnya mencari nafkah itu melakukan pengurangan karyawan.
“Galangan kapal sudah sepi, susah cari kerja,” kata dia.

Karenanya, ia memilih pulang ke kampung halamannya di Rokan Hilir, Riau. Dia membawa serta istri dan tiga anaknya yang masih berstatus pelajar. Untuk itu, kemarin ia mengurus surat pindah rayon untuk ketiga anaknya itu.

“Dua orang SD dan yang satu SMP,” ujarnya.

Menurut Taufik, Batam kini tak seperti dulu lagi yang menjadi primadona para pencari kerja. Terutama sejak awal 2016, Taufik merasa hidup di Batam semakin berat.

Hal yang sama juga dikatakan Rahmi, 35. Wanita yang menekuni bisnis jualan kue ini juga memilih kembali ke daerah asalnya di Palembang. “Semakin sulit dan terasa sekali kebutuhan semakin mahal, kami mau usaha di kampung halaman saja,” kata perempuan berjilbab ini, kemarin.

Ekonomi keluarga Rahmi kian sulit sejak kontrak kerja sang suami tak diperpanjang lagi. Sebelumnya, suami Rahmi bekerja di sebuah perusahaan manufaktur di Kawasan Industri Batamindo, Batam. Sepert halnya keluarga Taufik, Rahmi juga akan membawa serta anak-anaknya ke kampung halaman.

“Anak sebelumnya sekolah di SDN Sagulung dan akan dipindah ke salah satu SD di Palembang ini,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin, membenarkan banyaknya permintaan surat pindah rayon sekolah. Menurut dia, fenomena ini sudah diprediksi menyusul kian sulitnya perekonomian di Batam.

“Makanya kami membuka pendaftaran setelah Lebaran, karena sudah ada laporan bahwa banyak siswa yang mau pindah ke luar Batam,” terangnya, kemarin.

Mengenai jumlah surat pindah rayon yang dikeluarkan, Muslim mengaku belum menghitungnya. Namun jika melihat banyaknya antrean pengurusan surat pindah rayon di Gedung Gurindam Kantor Disdik Batam kemarin, ia memperkirakan ada sekitar 500 surat. “Itu yang pagi saja, belum lagi yang mengajukan setelah jam istirahat,” ujar pria kelahiran Rempangcate, Batam, ini.

Pantauan batampos.co.id di Gedung Gurindam Dinas Pendidikan Kota Batam, ratusan orangtua terlihat antre mengurus surat pindah rayon, kemarin. Karena banyaknya warga yang antre, petugas Disdik Batam terpaksa tetap melayani proses pengurusan surat pindah rayon sekolah saat jam istirahat siang. (cr17)

Update