Selasa, 14 April 2026

Dua Shif, Batam Tak Bisa Terapkan Full Day School

Berita Terkait

SDN 002 Batamkota duduk ditangga sambil bermain bersama kawan-kawan menunggu jemputan, Selasa (16/8). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin mengungkapkan hingga saat ini belum ada penambahan penerapan pendidikan berkarakter atau Full Day School (FDS).

“Hingga saat ini masih belum ada, baru sekolah yang lama saja SDN 006 Sekupang yang beberapa waktu lalu meluncurkan program FDS,”kata Muslim, Rabu (14/6).

Muslim menambahkan pendidikan kota Batam masih banyak yang menerapkan dua shif bahkan ada yang tiga shift. Selain itu untuk menerapkan FDS sekolah harus memiliki sumber daya manusia (SDM) atau tenaga pendidik, serta peralatan penunjang dalam pelaksanaan FDS.

“Semua harus dipersiapkan, tidak bisa asal diterapkan,” ujarnya.

Muslim mengakui hingga saat ini hampir 90 persen sekolah negeri menerapkan dua shif. Tentunya hal ini tidak menjadi kendala dalam penerapan FDS.

“Sistem kita berbeda, Batam belum bisa sepenuhnya menerapkan FDS,” ujar pria yang menjabat sejak 2007 ini.

Dua shift merupakan salah satu solusi yang dipilih untuk menghadapi tingginya permintaan orangtua untuk menyekolahkan anak mereka di sekolah negeri. “Kalau tidak akan banyak yang tak sekolah, untuk ke swasta mereka beralasan mahal,” sebut pria 59 tahun ini.

Pemerintah sendiri juga tidak tutup mata terhadap sekolah swasta. Pihaknya juga memberikan bantuan berupa insentif setiap bulannya bagi guru di sekolah swasta.

“Selain itu ada dana BOS juga,” ucap pria kelahiran Rempangcate ini.

Disinggung mengenai bantuan subsidi uang masuk ke sekolah swasta,Muslim mengaku tidak ada anggaran yang dipersipkan untuk itu.

“Anggaran kita terbatas, jadi belum bisa,”tambahnya

Dia mengakui pembangunan ruang kelas baru (RKB) belum bisa menjadi solusi dan mnjawab kebutuhan sekolah di Batam, karena jumlah pertumbuhan usia sekolah sangat jauh dari pada pembangunan infrastruktur.

“Sekarang saja kita masih butuh banyak RKB, tapi jika RKB dibangun semua belum tentu sekolah yang dua shif bisa menjadi satu shif dan bisa diterapkan FDS. Tahun ini saja terjadi pertumbuhan hingga lima ribu calon peserta didik baru dibanding tahun lalu,” tutupnya.

Sementata itu, Kepala Sekolah SDN 006 Sekupang Wan Kasmawati mengatakan tahun ini menjadi tahun ketiga menerapkan FDS. Menurutnya salah satu syarat untuk FDS adalah membatasi jumlah siswa satu kelas yakni hanya 28 siswa.

“Ini syarat utama dalam FDS, selain itu sekolah juga harus memiliki peralatan penunjang pendidika berkarakter selama berada di sekolah,” kata Wan.

Sekolah yang berlangsung lima hari benar- benar dimanfaatkan untuk menuntaskan pelajaran di sekolah. “jadi tak ada PR lagi, siswa pulang mereka bisa istirahat, karena belajar sudah dari sore hari,” ujarnya. (cr17)

Update