
batampos.co.id – Polda Kepri menurunkan sebanyak 3 ribu personel, untuk amankan arus mudik dan balik Idul Fitri 1 Syawal 1437 H. Tak hanya pihak kepolisian saja, nantinya TNI AL, AU serta AD ikut mengamankan kelancaran mudik tersebut.
“TNI AU akan ikut mengamankan bandara, TNI AL membantu di laur dan AD menajaga teritorial,” kata Kapolda Kepri Irjen Pol, Sam Budigusdian, sesusai rapat koordinasi dengan berbagai pihak terkait mudik di Mapolda Kepri, Rabu (14/6).
Sam mengatakan pengamanan ini juga akan dilaksankan oleh jajaran di pemerintah Provinsi Kepri. “Gubernur nantinya juga akan mengerahkan Satpol PPnya,” ujarnya.
Keseluruhan jumlah personel pengamanan ini, kata Sam akan dikumpulkan pada 19 Juni nanti. Dimana akan digelar apel siaga menghadapi mudik.
“Kami bersama-sama berusaha menjaga agar situasi aman dan tertib selama mudik,” ungkapnya.
Pengamanan ini, kata Sam juga mengantisipasi terjadinya kejadian di Marawi, Filipina. Sam mengatakan tak menutup kemungkinan kejadian di Marawi bisa terjadi di Indonesia.
“Ini langkah antisipasi kita juga,” ujarnya.
Selain fokus pada pengamanan. Sam mengatakan pihaknya akan tetap melakukan pemantauan terhadap harga-harga sembako di pasar. Pemantauan ini untuk memastikan tidak ada lonjakan harga selama Ramadan maupun Idul Fitri nantinya.
Rapat koordinasi ini dihadiri berbagai instansi seperti TNI AU, AL, AD, Pemprov Kepri, BNNP Kepri.
Kepala BNNP Kepri Nixon Manurung menyarankan agar sebelum arus mudik, pilot, kapten kapal dan pengemudi harus melakukan cek urine terlebih dahulu. Ia mengatakan tak ingin Pilot, kapten kapal atau pengemudi bus menggunakan narkoba saat membawa para pemudik pulang ke kampung halamannya masing-masing.
“Harus ada, dan kami siap untuk melaksanakannya,” ujarnya.
Usulan ini disambut baik oleh berbagai pihak. Dan disepakati akan dilakukan tes urine terhadap pilot, kapten kapal dan pengemudi bus. (ska)
