Sabtu, 4 April 2026

Tuntut Sinergi BPOM dan Dinas Kesehatan

Berita Terkait

batampos.co.id – Kepala Kemenag Wilayah Provinsi Kepri Marwin Jamal, meminta Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan Majelis Ulama Indonesia serta Dinas Kesehatan meningkatkan sinergitasnya mengawasi predaran produk berbahaya bagi kesehatan sepanjang Ramadan.
“Saat ini kita harus sangat selektif, karena banyak barang-barang yang diimpor dari luar. Sementara ini bulan Ramadan, dalam agama kita disuruh betul-betul memperhatikan apa yang di makan dan apa yang di minum,” tegas Marwin, Minggu (18/6).
Marwin menyampaikan hal ini, karena dirinya baru saja mendapat laporan terkait beredarnya sejumlah produk mie instan impor mengandung fragmen DNA babi. Mi tersebut antara lain, Samyang (mie instan U-Dong), Samyang (mie instan rasa Kimchi), Nongshim (mie instan Shin Ramyun Black) dan Ottogi (mie instan Yeul Ramen).
“Kita tidak tahu apakah sudah beredar di Kepri, tapi saya minta agar BPOM, MUI dan Dinkes segera tanggap atas persoalan ini,” jelasnya
Masyarakat, menurut dirinya, terkadang banyak yang keliru ketika berbelanja di mal atau supermarket, ditambah lagi dengan pengunjung yang berdesak-desakan waktu itu. “Makan minum ini sangat prinsip dalam agama,” tegasnya
Hal ini pula kemudian yang menggerakkan Kemenag untuk lebih konsentrasi sosialisasi tempat usaha, berlebel halal. Walaupun Kepri masih terlambat dari negara maju yang basisnya muslimnya tidak kalah banyak dari Kepri.
“Saat ini kita Kepri sudah terlambat dari negara maju. Kita harus bergerak cepat, apalagi sekarang sudah ada undang-undangnya,” ujar Marwin
Termasuk daging impor, misalnya. Ada pahanya saja, masuk ke mal atau supermarket, kemudian berdekatan dengan daging sapi sulit dibedakan mana daging sapi mana daging babi.
“Jadi banyak sekali masyarakat jadi korban,” ucapnya
Selama ini, menurut Marwin, masyarakat banyak tergiur dengan harga murah, padahal barang itu kadang tidak halal, makanya setiap barang-barang yang diimpor dari luar, seharusnya diseleksi dulu oleh pihak-pihak terkait seperti BPOM, Karantina dan Dinkes dan sebagainya.
“Masyarakat rendah kan maunya dapat daging yang murah, sudah hebat. Jangan asal-asalan, kita sudah susah menjaga kadar puasa, tiba-tiba konsumsi makanan tidak halal,” ujarnya.
Sementara Kepala Seksi Pemeriksaan dan Penyidikan BPOM Kepulauan Riau (Kepri) Mardianto menuturkan dirinya sudah tahu informasi itu, kemudian sedang proses koordinasi untuk gelar operasi pemantauan di lapangan.
“Kami sedang melakukan rapat koordinasi dulu, dalam waktu dekat operasi,” terangnya. (aya)

Update