
batampos.co.id – Pedagang pakaian bekas di pasar Aviari masih tetap mencoba bertahan mengais rezeki. Salah satunya beralih menjual dengan cara online. Hani misalnya, ditengah lesunya perekonomian di Batam, ia mencoba bertahan dengan menjual pakaian bekas secara online.
Menurut perempuan asal Medan ini pembeli semakin hari semakin sepi, sehingga, berjualan online merupakan cara terbaik ditengah sulitnya ekonomi.
“Apalagi jelang Lebaran, orang-orang pada pulang kampung, pengunjung sangat sepi,” kata Hani, (20/6).
Dia mengatakan pakaian bekas yang ia jual online cukup murah. Yakni kisaran 50 ribu hingga ratusan ribu. Tak hanya di daerah Batam, ia memasarkan barang jualannya hingga keluar kota seperti Medan, Jakarta hingga Papua.
Rata-rata barang yang ia jual bermerek dan jumlahnya terbatas, seperti sepatu, topi, jaket, baju dan tas. Ia memasarkan jualannya di media sosial seperti Facebook dan grup Whatsapp.
“Karena hasil jualan online ini saya bisa bertahan, kalau nunggu jualan di sini (tokored) tak bisa tahan karena sepi, ” kata Hani.
Senada yang dilakukan Maria, perempuan yang sudah berdagang pakaian seken selama tujuh tahun ini juga beralih berjualan online.
“Baru setahun ini saya berjualan online, ” kata Maria.
Menurut pengakuannya, dibandingkan dengan berjualan di toko, online lebih untung dan pakaian cepat laku. Dalam sehari ia dapat menjualkan lsepuluh stel pakaian dengan rata-rata pendapatan sekitar Rp 500 ribu perhari.
“Kalau di toko, biasanya Rp 300 ribu saya dapat,” sebut wanita 43 tahun ini.
Sementara itu, pantauan Batam Pos, Pasar Aviari terlihat sepi siang kemarin. Toko pun banyak yang tutup. (cr19)
