Kamis, 2 April 2026

Wartawan Harus Patuhi Kode Etik

Berita Terkait

Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah dan Wakil Ketua Dewan Pers Ahmad Jouhar saat menjadi pembicara Dialog Ramadan di Hotel CK Tanjungpinang, Minggu (18/6). F.Humas Pemko Tanjungpinang

batampos.co.id – Untuk mempererat tali silaturahim dan optimalisasi kerjasama antara Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang dengan insan pers, Bagian Humas dan Protokol menggelar dialog Ramadan bersama pers bertajuk Media Cyber di Era Digital di Hotel CK Tanjungpinang, Minggu (18/6) lalu.

Walikota Lis Darmansyah berharap insan pers untuk terus berkarya dan membangun komunikasi yang baik bersama pemerintah khususnya Pemko Tanjungpinang dengan memberikan sajian berita yang akurat dan berimbang.
“Apapun informasi dan permasalahan yang ada di pemerintahan, saya (Walikota) akan menyampaikan kepada publik. Semoga kemitraan antara pemerintah dengan pers bisa lebih ditingkatkan guna penyebaran informasi pembangunan kepada masyarakat,” kata Lis.
Wakil Walikota, Syahrul juga menyebutkan bahwa era digital saat ini ada yang berdampak negatif dan positif, jadi kemampuan media harus bisa menyebarkan informasi yang benar kepada masyarakat sehingga Pers memiliki peran penting dalam menyampaikan hasil-hasil pembangunan Kota Tanjungpinang.
“Selama ini Pemko Tanjungpinang terbantu dalam penyebaran informasi kepada masyarakat. Pers adalah ujung tombak dalam memberikan informasi yang aktual dan terpercaya serta bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya
Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri, Ramon Damora menjelaskan, kewajiban seorang jurnalis harus berpatok kepada kebenaran fungsional, kebenaran dalam penyampaian peristiwa agar masyarakat bisa memperolehi informasi yang dibutuhkan. Kebenaran suatu berita bisa tercapai bila memenuhi prinsip dasar peliputan seperti akurat dan berimbang, bukti kebenarnnya misalnya dalam bentuk dokumen wawancara.
“Jurnalis harus lebih hati-hati dalam menulis berita, apalagi di era digital saat ini, tantangan terberat wartawan adalah akurasi berita, disinilah sebuah media akan mempunyai nilai lebih “, ujarnya kepada insan pers yang hadir.
Wakil ketua Dewan Pers Pusat, Ahmad Jouhar yang hadir pada acara tersebut menambahkan media sosial adalah media yang tidak memiliki filter, efeknya informasi yang diberikan dapat mempengaruhi masyarakat. Untuk itu peran media sangat penting dalam mencari informasi yang berisi fakta dan kebenaran.
Menurutnya, peran sebagai seorang wartawan dalam menyajikan informasi harus sesuai dengan kaidah kode etik jurnalistik. Kepatuhan pada kode etik merupakan salah satu ciri wartawan profesional. Pekerjaanya didedikasikan pada masyarakat bukan pada kepentingan pihak-pihak tertentu dan bukan pula didasarkan pada keuntungan finansial.
“Bila wartawan itu memiliki pengetahuan, berprilaku melalui kode etik, berorientasi pada kepentingan umum, akan membedakan mereka antara wartawan profesional dan wartawan asal-asalan. Untuk itu, wartawan sebagai pemegang informasi berperan penting untuk menjaga kebenaran informasi yang diterima masyarakat di era digital saat ini.” terangnya
Selain insan pers, dialog ini juga dihadiri sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemko Tanjungpinang serta akademisi Zamzami A. Karim selaku moderator. (odi)

Update