
batampos.co.id – Kondisi perekonomian dunia, Indonesia hingga pulau Batam, mengalami pelemahan dalam satu tahun terakhir. Investasi juga mengalami pelambatan. Kondisi ini juga yang mendorong Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk bertindak lebih kreatif melalui terobosan dengan memanfaatkan regulasi yang dikeluarkan pemerintah pusat. Batam kini memiliki sistem pelayanan baru dalam mendorong investasi, yang dimulai September 2016.
BP Batam resmi meluncurkan terobosan pelayanan yang mempermudah investor dalam merealisasikan investasinya, melalui Ijin Investasi 3 Jam (i23J). Selain itu, juga meluncurkan Kemudahan Investasi Langsung Kontruksi (KILK) dan dengan diluncurkannya dua program tersebut menjadikan Batam sebagai Kota yang pertama menerapkan regulasi tersebut di luar pulau Jawa.
Dua terobosan pimpinan BP Batam yang baru mulai masuk Batam pertengahan 2016 lalu itu, memberikan rangsangan bagi investor. Tidak hanya calon investor asing yang bereaksi, mulai berkunjung untuk mencari tahu lebih jauh pelayanan itu, pengusaha lokal juga menunjukkan reaksi positif dengah lebih aktif dan percaya diri mencari mitra dari investor asing. Salah satunya, pemilik PT Sat Nusa Persada, Abidin Hasibuan, yang sudah menggandeng dua investor asing, dalam dua bulan terakhir.
Abidin yang mengakui kemudahan investasi dengan kebijakan BP Batam yang baru itu, membawa PT Infocus Consumer Internasional yang berinvestasi, Rp 50 miliar, April 2017. Investor asing itu diterima dan dilayani di gedung pelayanan terpadu satu pintu (PTSP), didampingi Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro.
Satu bulan kemudian, Mei 2017, Abidin membawa investor asal Taiwan, PT Asus Technology, yang menanamkan modalnya 9 juta Dolar Amerika Serikat. Perusahaan ini akan memproduksi ponsel untuk dipasarkan di Indonesia.
Mereka mengurus perijinan dalam 3 jam dengan didampingi Anggota 5/ Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Gusmardi Bustami.
Dua perusahaan dari puluhan investor asing, saat ini sedang proses pembangunan hingga sudah beroperasi, dengan memanfaatkan fasilitas KILK dan i23J, sejak diluncurkan tahun lalu. Khusus untuk tahun ini saja, sejak Januari sampai Maret 2017, sudah ada belasan investasi berencana merealisasikan, sudah merealisasikan dan sudah beroperasi.
Dimana, perusahaan yang sudah beroperasi, ada PT Blackmagic Design Manufacturing, yang bergerak dibidang industri peralatan film dan broadcast. Nilai investasi perusahaan asal Australia yang masuk pada 12 April 2017 ini sekitar 4 juta dolar AS.
Sejak Januari hingga Mei 2017, yang memanfaatkan fasilitas i23J dan KILK sendiri ada enam perusahaan atau investor asing. Perusahaan-perusahaan itu adalah, perusahaan asal Singapura, PT LNG Easy Batam yang bergerak dibidang floating storage dengan nilai investasi 88 juta dolar Amerika Serikat. Perusahaan ini memanfaatkan fasilitas i23J dan KILK pada 14 Maret 2017.
Perusahaan lain ada PT Enerco RPO Internasional yang bergerak dibidang oil refinery dengan nilai investasi, 90 juta dolar AS. Perusahaan yang memanfaatkan fasilitas KILK ini merupakan perusahaan dalam negeri. Ada juga perusahaan PT Esun International Utama Indonesia, yang bergerak dibidang daur ulang logam. Perusahaan yang berinvestasi sekitar 4 juta dolar AS ini, merupakan investor asal Singapura dengan memanfaatkan I23J dan KILK pada 24 Januari 2017.
Sementara perusahaan PT Infocus seperti disebutkan diatas, merupakan industri peralatan komunikasi tanpa kabel, merupakan perusahaan gabungan Singapura dan Tiongkok. Demikian dengan PT Asus Technology Indonesia Batam, bergerak dibidang industri peralatan komunikasi tanpa kabel, dengan memanfaatkan fasilitas I23J.
Sementara perusahaan lain yang memanfaatkan I23J, ada PT Indo Kreasi Grafika. Perusahaan ini bergerak dibidang industri kemasan dan kotak dari keras dan karton, dengan nilai investasi, 3,8 juta dolar AS. Perusahaan asal Malaysia ini masuk pada 2 Mei 2017.
Sementara perusahaan yang sudah menyatakan akan berinvestasi tahun 2017 ini, ada sembilan perusahaan. Perusahaan itu diantaranya PT GMF Aero Asia engine maintenace dengan nilai investasi sekiutar 100 juta dolar AS. Perusahaan asal Singapura ini bergerak dibidang engine.
Ada juga perusahaan PT Feen Marine, sebagai perusahaan industri peralatan kapal dengan rencana investasi senilai 4 juta dolar AS. Perusahaan ini merupakan PMA dari Norwegia. Perusahaan yang bergerakan dibidang medis juga ada yang akan masuk, dengan nilai investasi 4 juta dolar AS. Perusahaan asal Malaysia ini adalah KPJ Johor Specialist Hospital.
Perusahaan asal Singapura, KOH Brother juga berencana merealisasikan investasi tahun ini. Perusahaan yang berkunjung tahun lalu ke Batam, bergerak dibidang concrate blok, akan berinvestasi senilai 100 juta dolar AS. Sementara perusahaan yang bergerak dibidang data centre, 1-Net asal Singapura, akan menanamkan dana investasi senilai 40 juta dolar AS.
Selain itu, ada PT Googwood Investama, yang bergerak dibidang investasi akan berinvestasi sekitar 4 juta dolar AS. Perusahaan ini akan membangun real estate untuk dimiliki sendiri atau disewa. Sementara perusahaan berikutnya, ada Enol Pic yang akan bergerak dibidang bahan bakar non 83, dengan nilai investasi 40 juta dolar AS. Perusahaan ini berasal dari Inggris.
Perusahaan lain yang akan berinvestasi tahun 2017 ini, ada Tsuneishi Shipbullding yang bergerak dibidang shipyard dengan nilai investasi 4 juta dolar AS, berasal dari Jepang. Terakhir ada Mitsui Engineering and Shipbuilding Co, Ltd dari Jepang. Perusahaan ini bergerak dibidang cintainer crane dengan nilai investasi sekitar Rp4 juta dolar AS.
Total investasi yang berencana masuk, sekitar 301 juta dolar AS. Sementara yang sudah masuk dengan fasilitas I23J dan KILK, sekitar 198,8 juta dolar AS dan yang sudah beroperasi senilai 4 juta dolar AS. Sehingga nilai investasi, jika diakumulasikan, yang akan masuk, sudah masuk dan sudah beroperasi, totalnya sekitar 503,8 juta dolar AS.
Perusahaan-perusahaan itu sendiri merupakan investor baru di Batam. Sehingga belum termaksud perusahaan lama yang melakukan perluasan atau pengembangan usaha. Untuk perusahaan yang sudah realisasi investasi, tidak termaksud yang berencana invest tahun ini, totalnya 296.965 dolar AS dengan 23 proyek.
Dimana, ada beberapa perusahaan yang melakukan perluasan usaha di tahun 2017 diantaranya PT Schneider Electric Manufacturing Batam, dengan nilai investasi 141,5 juta dolar AS. Sementara sepanjang tahun 2016, ada 33 proyek investasi dengan nilai investasi sekitar 309,76 juta dolar AS.
Termaksud di dalamnya izin usaha perluasan atas nama PT Ecogreen Oleochemicals dengan izin prinsip perluasan usaha tahun 2012. Perusahaan yang bergerak dibidang usaha industri kimia dasar merupakan perusahaan gabungan investor asal Jepang, Inggris, Singapura dan Indonesia, dengan nilai investasi sekitar 158,58 juta dolar AS. Selain itu, ada PT Tecno Duo Indonesia yang bergerak dibidang usaha kimia dasar asal Malaysia denngan nilai investasi, 90 juta dolar AS.
Pelayanan i23J sendiri, soft launching September 2016, untuk memberikan kepastian kepada investor dan diharap dapat mendatangkan investasi Rp4 triliun hingga akhir tahun 2017. Peluncuran itu mendongkrak optimisme BP Batam dalam pengembangan investasi, sebagaimana disampaikan Kepala BP Batam, Hatanto.
“Sekarang, kami baru bisa ngomong dengan investor, setelah ini diluncurkan,” kata Hatanto saat peluncuran.
i23J dan KILK memberikan kepastian dan kemudahan bagi investasi yang akan masuk Batam. Pelayanan itu juga menjadi instrumen utama untuk meraih target investasi dimasa mendatang. Dengan program i23J dan KILK, akan memberikan kepastian bagi investor. Investor dengan investasi RP 50 Milyar atau mampu menyerap 300 tenaga kerja hanya perlu menunggu 3 jam untuk mendirikan sebuah perusahaan.
Dimana ijin yang akan dikantongi, ada Izin Investasi, Akta Perusahaan dan pengesahan, NPWP, Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Aisng (RPTKA), Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA), Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) dan Nomor Induk Kepabeanan.
“Biayanya tidak akan lebih mahal. Tapi kita upayakan biayanya akan lebih murah dengan mengurus i23J,” sambungnya.
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Gusmardi Bustamin mengakui, sistem baru itu disiapkan dalam waktu yang tergolong singkat. Termaksud didalamnya, merampungkan pendelegasian izin dari kementerian terkait kepada BP Batam. Dan sudah ada beberapa kementerian terkoneksi dengan PTSP.
Sistem itu juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Batam dan mengapresiasi ide i23J dan KILK sebagaimana disampaikan Wakil Wali Kota Batam, AmsakarAchmad. Sementara untuk peresmian KILK dilakukan empat kawasan industri (KI) di Batam. Kawasan industri yang mendapat fasilitas KILK, Batamindo Industrial Park, Bintang Industrial Park, Westpoint Marine Industrial. Sementara di Bintan, ada Bintan Inti Industrial Park.
Pada persemian itu, ditandatangani MoU antara BKPM, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, Wali Kota Batam, Rudi, Kepala BP Batam, Hatanto, Kapolda Kepri, Irjen Sam Budigusdian. Pihak-pihak itu terkait komitmen untuk mendukung keringanan khusus bagi investor. KILK sendiri diberikan untuk penyederhanaan, untuk menghilangkan hambatan. Jadi dalam 3 jam, bisa dapat ijin sementara.
Hatanto berharap, dengan kemudahan bagi investor itu, akan mendorong investasi masuk.
Menurut Direktur Promosi dan Humas BP Batam Purnomo Andiantono, tak ada syarat yang sulit jika PMA ingin mendapatkan fasilitas i23J. Cukup datang ke PTSP milik BP Batam dan berkonsultasi dengan petugas.
“Jika rencana investasi di Batam bernilai di atas Ro 50 miliar, atau mampu menyerap 300 tenaga kerja, maka investor layak mendapat i23J,” kata Andi.
Tidak berselang lama dari peluncuran fasilitas itu, tepatnya Desember 2016, perusahaan asal Australia, PT Blackmagic Design Manufacturing (BDM) langsung masuk dan mulai proses produksi di kawasan industri Batamindo, dengan investasi 4 juta dolar AS. Bahkan, pada September 2016, sudah ada dua investor asing yang menandatanganni MoU dengan BP Batam.
Hatanto sendiri berharap, terobosan yang mereka keluarkan, dapat meningkatkan minat investor berbisnis di Batam. Mereka optimis dengan terobosan pelayanan yang saat ini mulai menggairahkan investasi di Batam. “Kami sangat optimis dengan sejumlah terobosan yang kami lakukan di BP. Termasuk perbaikan sistem dari manual menjadi online di seluruh layanan yang dimanfaatkan oleh investor,” ujar Hatanto dengan optimis.
Terlebih sebagaimana dikatakan Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Gusmardi Bustami, dibanding negara tetangga, Batam memiliki tawaran masa sewa lahan lebih lama. Batam masih jadi daerah tujuan investasi yang menarik, dengan jangka waktu kepemilikan tanah maksimum 80 tahun.
“Di Vietnam dari 60 tahun diturunkan jadi 30 tahun untuk industri,” imbuh Gusmardi. (*)
