
batampos.co.id – Ketupat, rendang, gulai dan opor ayam adalah menu yang tidak asing lagi saat Lebaran tiba. Tak heran jika ibu-ibu sudah mulai berburu bumbu khas masakan itu.
Seperti di Pasar Tiban Center, ratusan ibu-ibu memadati pedagang bumbu sejak pukul 06.00 WIB. Terlihat antrian panjang dari tiap kios pedagang. Aneka bumbu itu akan dimasak berbagai menu andalan saat Lebaran, seperti opor ayam, rendang, ayam bumbu, dan lainnya.
“Milih bumbu giling karena lebih praktis dan gampang,” kata Julaiha, warga Tiban Center, Sabtu (24/6).
Selain praktis, memilih bumbu giling juga dinilai lebih murah. Sebab, harga bumbu dapur seperti cabai, bawang merah, bawang putih, dan bumbu dapur lain cukup mahal. “Sekarang saja cabai sudah Rp 36 ribu per kilogram,” katanya.
Rifaid, salah seorang pedagang bumbu masak giling di Pasar Tiban Center mengatakan, penjualan bumbu menjelang Lebaran meningkat. Jika hari biasa, ia hanya menjual sekitar 10 kilogram bumbu. Sedangkan jelang Lebaran ia bisa menjual 20 hingga 30 kilogram bumbu.
“Apalagi masakan seperti rendang, opor, dan lainnya memerlukan bumbu yang tidak sedikit, otomatis permintaan dan kebutuhan masyarakat pasti banyak juga,” terang Rifaid.
Meski permintaan pasar tinggi, Rifaid mengaku harga bumbu dapur masih normal yakni hanya Rp 10 ribu perkilo. “Tapi pembeli bebas mau beli berapa, kita sesuaikan dengan harga,” kata Rifaid.
Tak hanya bumbu gilingan, daging sapi segar juga tak luput dari incara para ibu-ibu. Walau dengan harga yang cukup tinggi yakni Rp 150 ribu, ibu-ibu itu tetap membeli bahkan mengantri demi mendapatkan daging segar.
“Iya, saya beli dua kilo,” kata Maesarah seorang pembeli di Pasar Tiban Center.
Daging sapi ini akan ia olah menjadi gulai dan rendang. Berburu daging jelang Lebaran memang sudah jadi rutinatas warga yang merayakan Idul Fitri. (cr19)
