Kamis, 2 April 2026

Pembaca batampos.co.id, Batam akan Miliki Jalan Layang Baru

Berita Terkait

Sejumlah pekerja melakukan pengerjaan proyek jalan layang Simpang Jam Baloi, Rabu (8/3). Pembangunan jalan layang bertujuan dalam mengatisipasi kemacetan kendaraan yang melintas di kawasan tersebut. F Cecep Mulayana/ Batam Pos

batampos.co.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) akan terus menggesa pembangunan jalan tol dan flyover di Batam. Setelah flyover Simpangjam dan Simpangkabil, maka akand ibangun lagi flyover Simpangpunggur, flyover simpang KDA dan flyover Jalan Sudirman.

“Itu memang rencana besar infrastruktur di Batam. Karena jalan tol direncanakan akan dibangun, maka flyover juga harus dibangun,” Kata Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Flyover Simpangjam, Andre Sahat Tua Sirait, Minggu (26/8).

Setelah flyover Simpangjam sepanjang 165 meter selesai pada akhir 2017 nanti, maka Kementerian PUPR akan melanjutkannya dengan pembangunan flyover Simpangkabil sepanjang 430 meter, diteruskan dengan flyover Simpangpunggur sepanjang 310 meter, kemudian flyover Simpang KDA sepanjang 123 meter, lalu flyover Jalan Sudirman sepanjang 150 meter.

Dari kelima flyover tersebut, flyover Simpangjam ditargetkan akan selesai tahun ini. Saat ini progres konstruksinya telah mencapai 68 persen. Pembangunannya dimulai sejak akhir 2015 dengan anggaran sebesar Rp 180 miliar.

Namun Andre belum mengetahui secara pasti kapan tiga flyover terakhir akan dibangun di Batam.

“Memang sudah masuk dalam Peraturan Presiden (Perpres), namun masih dalam tahapan kajian. Ya kita lihat saja nanti kedepannya, karena memang rencananya begitu,” ujarnya.

Sedangkan pembangunan flyover Simpangjam akan digesa pembangunannya agar tepat waktu sesuai jadwal pada akhir tahun nanti.

“Kami akan mulai bangun lagi pada 6 Juli nanti,” terangnya.

Saat ini, pihaknya akan membangun jalur kanan yang merupakan jalan dari Nagoya menuju Bandara.

“Untuk jalan kiri sudah rampung, tinggal jalur yang kanan saja,” imbuhnya.

Setelah jalur kanan selesai, maka akan dilanjutkan lagi dengan pembangunan landscape taman yang dilengkapi dengan ornamen Melayu.

“Harus ada konten lokalnya. Setelah selesai, mungkin jalan akan ditutup sehari atau dua hari untuk proses akhir,” pungkasnya.(leo)

Update