batampos.co.id – Ketersediaan kebutuhan pokok di seluruh pasaran Tanjungpinang masih tergolong aman. Namun khusus komoditi tomat telah terjadi kelangkaan akibat terkendalanya pendistribusian dari Sumatera Barat.
Pantauan di lapangan, ketersediaan tomat di Pasar Kota Lama, Potong Lembu sampai Bintan Center telah menipis. Bahkan hanya beberapa pedagang saja yang menjual jenis sayuran tersebut. Sehingga harga tomat mengalami kenaikan 100 persen.
Pedagang Pasar Bintan Center, Ani mengatakan pendistribusian tomat dari Bukit Tinggi ke Tanjungpinang terkendala cuaca buruk. Akibatnya pasokan tomat di kota ini menipis bahkan bisa menjadi langka untuk beberapa hari kedepan.
“Bisa dilihat sendiri hanya dua sampai tiga pedagang saja jual tomat. Mungkin beberapa hari kemudian bisa jadi langka tuh barang,” ujar Ani di lapak dagangannya, Kamis (29/6).
Akibat pasokan tomat menginjak kelangkaan, kata wanita berdarah Sunda ini harganya naik 100 persen. Biasanya dijual per Kilogram (Kg) hanya Rp 14-15 ribu sekarang terpaksa dipatok sebesar Rp 30 ribu per Kg.
“Mau tak mau kami jual segitu. Karena kami mengambilnya dari toke juga cukup tinggi,” akunya ibu dua anak ini.
Tono, pedagang yang berjualan di Pasar Baru Kota Lama juga mengakuinya. Dia terpaksa menjual tomat Rp 30 ribu per Kg kepada pembeli. Sebab harga yang dipatok distributor kepada dia juga tinggi.
“Tomat lagi langka. Makanya kami jual Rp 30 ribu per Kg. Biar untung sedikit tapi ada yang beli karena tomat tak bisa bertahan lama juga,” katanya.
Kemungkinan, kata Tono pendistribusian tomat dari Pulau Sumatera tiba di Tanjungpinang akhir pekan ini. Dengan begitu harganya akan kembali normal sebab ketersediaannya juga banyak.
“Semoga cepat datanglah. Jadi pedagang enak pembelipun tak terbebani,” harapnya.
Hal senada dikatakan Yenli. Pedagang di Pasar Potong Lembu ini berharap ketersediaan seluruh kebutuhan pokok bisa terpenuhi. Sehingga harganya juga tidak mengalami kenaikan yang drastis.
“Mau gimana lagi. Kalau jual murah kita yang rugi,” cetus wanita bermarga Tionghua ini.
Ditambahkannya, kelangkaan tidak hanya terjadi pada komoditi tomat saja. Tetapi daun selidri atau daun sop juga mengalami masalah yang sama. Sedangkan lainnya normal seperti cabai merah, hijau, rawit dan lainnya.
“Kalau stok cabai banyak makanya harganya stabil. Kami jual cabai merah Rp 31 ribu per Kg dan cabai merah Rp 42 ribu per Kg,” ungkapnya. (ary)
