
batampos.co.id – Ditengah menurunnya pendapatan Industri Manufacturing, Pemerintah Kota (Pemko) Batam berencana akan menjadikan industri pariwisata sebagai lokomotif pendapatan.
“Sudah saatnya Batam menjadikan Batam sebagai fokus pendapatan. Makanya berangsur kita mulai perbaiki infrastruktur,” kata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, kemarin.
Menurutnya, beberapa poin lain yang wajib diperbaiki ialah pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Termasuk juga, fasilitas keamanan dan fasilitas kenyamanan. Cara menarik kunjugan wisatawan mancanegara (wisman) pun tentunya harus menjadikan Batam harus aman dan nyaman.
“Kata kuncinya ada pada infrastruktur. Kemudian Batam memiliki keunggulan tipologi daerah kepulauan. Hal ini tentu sangat bergantung pada lalu lintas orang dan barang. Banyak sekali keunggulan kita. Keunggulan inilah yang perlu ditingkatkan,” terangnya.
Dengan adanya perbaikan-perbaikan ini, bukan tidak mungkin, Batam mampu menyerap 15 juta wisatawan yang ada di Singapura. Bila melihat statistik tahun 2016 lalu, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang ada di Batam, tercatat sampai 1,6 juta jiwa. Hal ini, tentu menjadi prestasi peningkatan kunjungan wisman, dari Oktober 2016 yang jumlahnya mencapai 1,1 juta jiwa.
“Itu tandanya, sekarang saja kita bisa menyerap 10 persen kunjungan di Singapura. Kalau semua diperbaiki, bisa 15 juta yang datang ke Batam di tahun 2017,” ungkapnya.
Ia juga yakin, makin banyak wisman datang ke Batam, makin banyak pula efek domino yang ditimbulkan pariwisata. Makin lama length of stay (waktu tinggal) wisman di Batam, semakin banyak gerakan ekonomi yang bisa ditarik.
“Kalau pariwisata berkembang. Pelabuhan, Bandara, mereka (pendatang) sudah keluar duit untuk tiket. Dia naik taksi, penginapan juga, dapat duit kita,” pungkasnya.
Anggota Komisi II DPRD Kota Batam Uba Ingan Sigalingging menilai anggaran yang diajukan untuk dinas kebudayaan pada APBD 2017 terlalu kecil. Berdasarkan rencana kegiatan anggaran, sektor pariwisata dialokasikan sebesar Rp 7,2 miliar dari Rp 2,5 triliun APBD Kota Batam saat ini.
“Harusnya diberi anggaran yang cukup, mengingat pariwisata sebagai salah satu terobosan di tengah lesunya ekonomi,” kata Uba.
Menurutnya, bagaimana kita bisa berbicara target wisatawan macanegara (wisman) yang mencapai 1,7 juta orang pertahunnya, kalau tidak didukung anggaran. Berbicara pariwisata, tentu kontennya adalah seni budaya dan ekonomi kreatif. Disinilah pemerintah daerah dituntut untuk menghadirkan berbagai even dan kegiatan yang tujuannya berdampak langsung pada peningkatan wisman di Batam.
“Kalau mereka (wisatawan) hanya makan, tidur dan pulang. Apa yang kita jual disini. Satu hari mereka bertahan di Batam, dampaknya sangat luar biasa bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita. Makanya untuk pergelaran even dan kegiatan harus disokong anggaran yang cukup,” ucapnya.
Ia menilai, Pemko Batam harus melihat ini sebagai suatu potensi dalam meningkatkan PAD Kota Batam. Di bidang kebudayaan misalnya, bagaimana meningkatkan kembali kenduri seni melayu atau kegiatan-kegiatan yang bisa menjual seni dan budaya melayu di Batam. Begitu juga ekonomi kreatif, harus dibantu dan ditumbuhkembangkan, sehingga menjadi salah satu andalan masyarakat untuk menggaet wisatawan yang berkunjung.
“Sehingga pariwisata Batam lebih hidup, memperkenalkan Batam dengan kebudayaan dan hasil kreatifitas masyarakatnya. Hal ini tentu saja tak bisa dilaksanakan karena keterbatasan anggaran. Makanya perlu didukung penganggarannya,” jelas Uba.
Terpisah, Badan Pusat Statistik (BPS) Batam merilis, jumlah wisman yang berkunjung ke Kota Batam pada bulan Nopember 2016 mencapai 106.953 orang, turun sekitar 6,20 persen dibanding jumlah wisman pada bulan sebelumnya yang mencapai 114.020 orang. Jika dibandingkan secara year on year Nopember 2015, kunjungan wisman bulan Nopember 2016 juga turun sebesar 14,43 persen.
“Secara riil jumlah wisman yang berkunjung menurun 7.067 orang dibanding bulan Oktober 2016. Ini data terakhir yang kita rilis,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Batam, Rahayudin.
Penurunan jumlah wisman ini disebabkan berkurangnya kunjungan wisman berkebangsaan Singapura sebanyak 2.672 orang, wisman berkebangsaan Malaysia sebanyak 2.039 orang, wisman Tiongkok sebanyak 757 orang, wisman India sebanyak 625 orang, wisman Philipina sebanyak 346 orang. Termasuk juga wisman yang ada di negara Eropa juga sebagian besar mengalami penurunan.
Konstribusi jumlah wisman ke Batam terhadap jumlah seluruh wisman yang berkunjung ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) selama bulan Nopember 2016 berkisar 75,30 persen, dimana jumlah wisman yang berkunjung ke Kepri tercatat sebanyak 142.045 orang. Sedangkan terhadap jumlah kunjungan wisman Nasional, wisman yang berkunjung ke Batam menyumbang 11,48 persen.
“Jumlah wisman berkunjung ke Batam tetap didominasi wisman Singapura dengan jumlah 61.735 orang atau sekitar 57,72 persen dari jumlah wisman yang berkunjung ke Batam,” sebutnya. (rng)
