batampos.co.id – Kadis Pendidikan Kabupaten Bintan Tamsir mewanti-wanti kepala sekolah menjauhi praktik pungutan liar di penerimaan peserta didik baru (PPDB), yang diadakan sejak 3 hingga 5 Juli nanti.
Jika ditemukan praktik pungli, Tamsir tidak segan mencopot kepala sekolah yang melanggar dari jabatannya serta akan dijadikan sebagai guru biasa.
“Akan ditindak tegas. Sanksinya, dijadikan guru biasa,” tegas Tamsir kepada Batam Pos, kemarin.
Tamsir menegaskan, tidak ada punggutan sekecil apapun saat PPDB. Karena, pemerintah telah menganggarkan termasuk pembelian 5 stel seragam sekolah siswa baru juga telah dianggarkan. 5 stel seragam itu yakni seragam OSIS, pramuka, batik, baju Melayu dan olahraga.
“Buku tulis, tas, sepatu, topi dan dasi juga dianggarkan,” sebutnya.
Hanya, seragam sekolah diberikan ke siswa baru di bulan Oktober nanti. Sehingga, ia mengatakan, siswa baru kelas 1 SD dan kelas 7 SMP boleh menggenakan seragam lamanya sementara menunggu seragam barunya dibuat. “Yang kelas 1 SD dibolehkan pakai seragam TK, sedangkan yang kelas 7 SMP boleh pakai seragam SDnya,” jelasnya.
Di sisi lain, persoalan PPDB masih menurut Tamsir, pendaftaran calon siswa baru yang belum merata. Misalkan, 1 sekolah daya tampung siswa baru hanya 2 ruangan kelas, sedangkan yang mendaftar sampai 3 kelas.
“Diberikan (izin) ruang baru atau siswa baru tadi diarahkan ke sekolah terdekat,” jelasnya.
Seperti di SMP 16 Seri Kuala Lobam (SKL), yang pendaftarnya mencapai 140 pendaftar padahal di sana hanya memiliki daya tampung 2 kelas. “Kita sarankan ke sekolah terdekat, yakni SMP Negeri 13. Kita juga sediakan bus sekolahnya, untuk antar jemput dari Lobam ke Tanjunguban,” tukasnya.
Sementara itu, Kabid SMP Disdik Bintan, Miraj mengatakan, trennya banyak orangtua di Seri Kuala Lobam mendaftarkan anaknya ke sekolah di Tanjunguban. Padahal, di Seri Kuala Lobam selain di SMP 16, ada SMP 15 di Busung.
“Kita arahkan juga ke SMP 15 Busung, nanti disediakan bus sekolahnya,” katanya.
Sobri orangtua siswa mengatakan, dirinya mendaftarkan anaknya ke SMP 16 Seri Kuala Lobam karena dekat dengan rumahnya. Namun, pendaftar di sekolah itu sudah lebih dari 100 padahal daya tampungnya untuk 2 ruang kelas. “Semoga saja masuk, karena kakaknya juga di sana, lagian dekat dengan rumah,” jelasnya.
Untuk daya tampung, ia memperkirakan cukup. Satu kelas, rata-rata menampung 32 siswa. Saat ini, di Bintan ada 28 SMP negeri, 1 MTs negeri, 7 Mts swasta dan 4 SMP swasta.
Sementara itu, Johari, Kabid SD mengatakan, pihaknya belum bisa memperkirakan daya tampung. “Tunggu setelah tanggal 6 atau 7 baru diketahui daya tampung kita, karena melihat kondisi sekarang yang masih membeludak,” katanya. Untuk SD di Bintan, terdapat 90 SD negeri, 7 swasta dan 2 SLB.
Pantauan di sekolah, jumlah pendaftar di hari pertama terlihat membeludak. Mulyani kepala SD 001 Toapaya Asri mengatakan, di hari pertama ada sebanyak 54 siswa yang telah mengisi formulir pendaftaran.
“Kita utamakan siswa yang berdomisili di Toapaya Asri, dan yang berumur 6 tahun,” jelasnya. Meski demikian, ia mengatakan, ada orangtua yang dari luar seperti dari Gesek dan Tanjungpinang yang datang tapi seperti Cikolek diarahkan ke sekolah di Gesek sedangkan yang Tanjungpinang tetap diutamakan anak Bintan.
Sementara itu, pendaftaran di SMAN 1 Bintan Utara dan SMKN I Bintan Utara membeludak. Zulfan Wakil Kepala SMKN 1 Bintan Utara bidang kesiswaan, Zulfan mengatakan, sekitar 480 telah diambil, sedangkan pengembalian hingga 7 Juli mendatang. Dijelaskannya, untuk kuota sekolahnya, sebanyak 210 siswa.
Ahmad Quesnepi panitia penerimaan siswa baru mengatakan, daya tampung di sekolahnya sekitar 252 sedangkan formulir yang sudah diambil oleh calon siswa sekitar 500 formulir. ” Akan diseleksi nantinya,” jelasnya.(cr21)
