
lapangan kantor bupati Senin (3/7). F.Syahid/Batam Pos.
batampos.co.id – Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris meminta kepada
Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM)
Kabupaten Kepulauan Anambas untuk merekap seluruh pegawai yang hingga
saat ini belum masuk kerja seperti biasa.
Pantauan di lapangan ketika apel pagi dilaksanakan, hanya ada sejumlah
kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah yang hadir. Yakni kepala Dinas
Kesehatan Heriyanto, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Usman, Kepala Badan
Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya manusia (BKPSDM) Linda
Maryati, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Agus Basyir,
kepala Dinas Perikanan Pertanian dan Pangan Chatarina DREW, Kepala
Inspektorat Kabupaten Kepulauan Anambas Ody karyadi. Sementara itu
lainnya belum terlihat. Belum tahu apakah mereka belum hadir atau
hadir tapi tidak mengikuti apel pagi gabungan.
Hasil rekapitulasi sementara dari BKPSDM, menunjukkan jika saat ini
belum semua pegawai masuk kerja. Namun dari 972 total pegawai yang ada
di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di sektar kota
Tarempa, baru sekitar 68,8 persen atau sekitar 668 pegawai. Sementara
itu sisanya sekitar 31,2 persen atau sekitar 304 belum masuk kerja
dengan berbagai alasan. Ada yang cuti, izin sakit bahkan ada yang
tidak hadir tanpa keterangan.
Rinciannya, untuk pegawai yang tidak masuk dengan disertai surat izin
ada sebanyak 210 pegawai atau 21,6 persen, pegawai cuti 41 orang atau
4,21 persen, pegawai yang sakit 40 orang atau 4,1 persen dan pegawai
yang tidak masuk tanpa keterangan ada 13 orang atau 1,9 persen.
“Ini baru OPD yang ada di sekitar kota Tarempa saja. Sementara itu
yang berada di luar Tarempa belum dilakukan rekap,” ungkap Kepala
BKPSDM kabupaten kepulauan Anambas Linda maryati, Senin (3/7).
Linda mengatakan, rekap akan dilaksanakan selama tiga hari kedepan
untuk OPD yang ada di luar Tarempa seperti dikecamatan-kecamatan,
sekolah-sekolah dan sejumlah puskesmas yang ada di luar kota Tarempa.
Mengenai hukuman bagi pegawai yang tidak masuk kerja tanpa keterangan
menurutnya belum bisa dikatakan saat ini namun laporan yang ada akan
disampaikan kepada kepala daerah dulu selanjutnya mengenai hukuman
yang menentukan adalah kepala daerah. “Laporan ini kita akan sampaikan
kepada pimpinan dulu, kebijakan ada ditangan pimpinan,” ungkapnya.
Dikatakannya jika saat ini diakui belum banyak yang hadir tapi untuk
hari Selasa (4/7) diperkirakan akan lebih banyak yang hadir karena
ferry saat ini datang dan diperkirakan banyak juga pegawai yang ikut
kembali ke Anambas dengan ferry tersebut.
“Kalau hari Selasa besok (Hari ini) kemungkinan sudah banyak yang
masuk karena sebagian pegawai sudah ikut ferry ke Anambas,” ungkapnya
lagi.
Sementara itu kepala Bidang Pengembangan SDM Badan Kepegawaian dan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Tony, Karnain mengaku prihatin dengan
sejumlah pegawai yang gagal terbang ke Anambas sehingga saat ini belum
tiba di Anambas. “Ada sejumlah pegawai yang ini kembali ke Anambas
tepat waktu dengan menggunakan pesawat, tapi pesawat tak jadi terbang,
akhirnya ikut ferry hari ini,” ungkapnya. (sya)
